Banjir Rob di Kalianak Surabaya Makin Parah, Warga Minta Saluran Air Segera Dikeruk
![]() |
| Banjir rob di Surabaya (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Banjir rob di kawasan Kalianak, Kecamatan Krembangan, Surabaya, kembali menjadi keluhan warga.
Genangan air laut yang masuk ke permukiman kini disebut terjadi lebih sering dibanding sebelumnya, bahkan dengan ketinggian air yang semakin meningkat.
Salah seorang warga, Hartono (63), mengatakan banjir rob kini bisa terjadi hingga dua kali dalam satu bulan. Pada Juli 2026, fenomena tersebut diperkirakan berlangsung pada 12 hingga 18 Juli.
"Sekarang malah sebulan dua kali. Biasanya pas pertengahan bulan sama awal bulan Jawa, pasti banjir," ujar Hartono.
Menurut Hartono, genangan air umumnya mencapai sekitar 30 hingga 50 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan bisa lebih tinggi.
Kondisi menjadi semakin sulit ketika kendaraan besar melintas di jalan utama. Gelombang air yang ditimbulkan membuat air lebih mudah masuk ke dalam rumah warga, meskipun sebagian rumah sudah ditinggikan atau dipasang pembatas air.
Banjir rob juga tidak hanya menggenangi permukiman. Fasilitas umum seperti masjid dan sekolah dasar di kawasan tersebut turut terdampak.
Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan para siswa tetap berangkat ke sekolah dengan melewati genangan air.
Hartono menilai salah satu penyebab banjir semakin parah adalah saluran air yang tidak pernah dinormalisasi. Padahal, di sekitar kawasan tersebut terdapat Sungai Kalianak serta bozem yang seharusnya dapat membantu mengalirkan air.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan pengerukan saluran air agar aliran menjadi lebih lancar.
Selain itu, mereka juga mengusulkan pembangunan dam atau bendungan untuk mengurangi masuknya air pasang ke kawasan permukiman.
Warga mengaku sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir rob. Namun, mereka menilai kondisi saat ini jauh lebih sering terjadi dibanding sebelumnya.
Diperkirakan ada sekitar lima RT di kawasan Kalianak yang rutin terdampak banjir rob setiap kali air laut pasang.
Masyarakat berharap penanganan yang lebih serius segera dilakukan agar banjir rob tidak terus mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak yang tetap harus berangkat ke sekolah saat genangan terjadi.
