Tragis! Rombongan Pengantar Pengantin Alami Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, 13 Tewas
![]() |
| Rombongan pengantar pengantin yang mengalami laka di jalur Pantura (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Perjalanan rombongan yang hendak mengantar keluarga ke acara pernikahan berubah menjadi tragedi di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan itu mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan sebuah mobil pikap Daihatsu Gran Max yang membawa banyak penumpang serta dua truk Hino, masing-masing jenis Wing Box dan Los Bak.
Benturan keras membuat mobil pikap mengalami kerusakan parah hingga hampir tak berbentuk.
Berdasarkan keterangan sementara dari kepolisian, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, lima korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil pikap yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon berhenti di lajur kanan jalan.
Tak lama kemudian, sebuah truk Hino Wing Box yang melaju searah dari belakang menabrak bagian belakang mobil tersebut. Kerasnya benturan membuat pikap terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan.
“Dari arah belakang datang truk Hino Wing Box yang kemudian menabrak bagian belakang mobil pick-up. Akibat benturan tersebut, kendaraan terdorong hingga masuk ke jalur berlawanan dan kembali tertabrak truk Hino Los Bak yang datang dari arah Cirebon menuju Jakarta,” jelasnya.
Di saat bersamaan, dari arah Cirebon menuju Jakarta melintas truk Hino Los Bak yang akhirnya kembali menghantam mobil pikap tersebut. Akibat tabrakan dari dua arah, kondisi kendaraan hancur dan menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan para penumpang mobil pikap merupakan rombongan pengantar pengantin yang berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Mereka tengah menuju lokasi acara pernikahan sebelum kecelakaan tragis itu terjadi.
Salah satu korban meninggal dunia diketahui masih berusia 12 tahun. Keberadaan korban anak membuat suasana duka semakin terasa bagi keluarga maupun warga yang mengenal rombongan tersebut.
Sesaat setelah kejadian, warga sekitar berusaha memberikan pertolongan sebelum petugas datang. Dengan peralatan sederhana, mereka bergotong royong mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi mobil yang ringsek cukup parah. Tangis keluarga dan warga pecah saat para korban berhasil dikeluarkan dari kendaraan.
Seluruh korban meninggal kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Losarang untuk proses identifikasi. Sementara korban yang mengalami luka-luka dirujuk ke RS Mitra Plumbon Indramayu guna mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, Satlantas Polres Indramayu masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti agar rangkaian peristiwa dapat diketahui secara utuh.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara, terutama saat melintasi jalur padat seperti Pantura, demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
