JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hutan di Balong Ponorogo Terbakar Hebat, 3 Hektare Lahan Hangus Diduga Akibat Puntung Rokok

Kebakaran hutan di Balong Ponorogo (Dok. Ist)


JawaUpdate.com – Kebakaran melanda kawasan hutan rakyat di Dukuh Tatung Tengah, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat sore. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menghanguskan sekitar 3 hektare lahan dan membuat warga bersama petugas terus bersiaga.

Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, menjelaskan bahwa titik api pertama kali terlihat pada sore hari. 

"Titik api diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Jaraknya kurang lebih 50 meter dari permukiman, tapi api bergerak menjauh," kata Rudi, Jumat (10/7).

Lokasi kebakaran berada sekitar 50 meter dari permukiman warga. Meski jaraknya cukup dekat, kobaran api bergerak menjauh sehingga tidak mengancam rumah-rumah penduduk.

Menurut Rudi, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan di lapangan.

Hingga Jumat sore, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare. Meski begitu, ada kekhawatiran api akan semakin meluas apabila belum berhasil dipadamkan hingga keesokan harinya. 

Jika kondisi tersebut terjadi, area yang terdampak diperkirakan bisa mencapai sekitar 10 hektare.

Proses penanganan kebakaran juga menghadapi kendala. Angin yang bertiup cukup kencang membuat petugas dan warga tidak bisa langsung memadamkan api karena dinilai terlalu berbahaya.

Sebagai langkah pencegahan, petugas bersama warga membuat jalur pemutus api atau fire break sepanjang sekitar 50 hingga 100 meter. Cara ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran api agar tidak merambat ke area hutan lainnya.

Kebakaran terjadi di kawasan hutan rakyat yang berada di sebelah timur area paralayang, tepatnya di Dukuh Tatung Tengah. 

Hingga saat ini, warga masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi jika arah angin berubah dan membuat api merambat ke wilayah lain.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. 

Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar.

Posting Komentar