JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Efektif Meredakan Nyeri dan Menurunkan Rasa Sakit

Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek yang Efektif Meredakan Nyeri dan Menurunkan Rasa Sakit
Obat asam urat (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Obat asam urat di apotek menjadi salah satu solusi yang banyak dicari ketika nyeri sendi akibat kadar asam urat tinggi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Meski beberapa kasus dapat membaik dengan pola makan sehat dan istirahat yang cukup, ada kalanya kamu memerlukan obat untuk membantu meredakan nyeri atau menurunkan kadar asam urat sesuai anjuran dokter.

Rekomendasi Obat Asam Urat di Apotek

Pada dasarnya, obat asam urat memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang bekerja meredakan peradangan dan nyeri saat serangan asam urat kambuh, sementara ada pula yang membantu menurunkan kadar asam urat agar serangan tidak sering terjadi. 

1. Counterpain Cream

Jika nyeri akibat asam urat hanya terjadi pada area tertentu, Counterpain Cream bisa menjadi pilihan untuk membantu meredakan rasa sakit. Obat oles ini bekerja memberikan sensasi hangat yang membantu mengurangi nyeri pada otot dan sendi.

Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dioleskan tipis pada area yang terasa sakit sebanyak 1 hingga 3 kali sehari.

Namun, obat ini hanya digunakan pada kulit yang sehat. Hindari mengoleskannya pada mata, luka terbuka, atau selaput lendir. Bila keluhan tidak membaik setelah beberapa hari atau muncul iritasi, sebaiknya hentikan penggunaan. 

2. Voltaren Emulgel

Voltaren Emulgel mengandung diclofenac, yaitu obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada sendi maupun otot.

Obat ini sering digunakan untuk membantu mengatasi nyeri akibat cedera ringan, rematik, hingga keluhan sendi tertentu. Gel cukup dioleskan pada area yang sakit sebanyak 3–4 kali sehari sesuai petunjuk penggunaan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa diclofenac topikal dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan bergerak pada penderita gangguan sendi tertentu.

3. Zyloric (Allopurinol)

Zyloric mengandung allopurinol, yaitu obat yang bekerja mengurangi pembentukan asam urat di dalam tubuh. Berbeda dengan obat pereda nyeri, allopurinol digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk membantu mengontrol kadar asam urat.

Obat ini umumnya diresepkan bagi penderita asam urat yang sering mengalami kekambuhan atau memiliki kadar asam urat tinggi secara terus-menerus.

Selain membantu mencegah serangan gout berulang, allopurinol juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal akibat penumpukan kristal asam urat.

4. Voltadex

Voltadex merupakan obat yang mengandung natrium diklofenak. Obat ini termasuk golongan NSAID yang berfungsi mengurangi nyeri, peradangan, sekaligus membantu menurunkan demam.

Dokter biasanya meresepkan Voltadex untuk mengatasi berbagai kondisi, termasuk serangan asam urat akut yang menyebabkan nyeri hebat pada sendi.

Meski efektif, penggunaan obat ini harus memperhatikan kondisi kesehatan. Voltadex tidak dianjurkan bagi orang dengan riwayat tukak lambung, perdarahan saluran cerna, gagal jantung berat, atau alergi terhadap obat NSAID.

5. Voltaren Tablet 50 mg

Selain tersedia dalam bentuk gel, Voltaren juga hadir dalam bentuk tablet yang mengandung natrium diklofenak.

Obat ini digunakan untuk membantu meredakan nyeri akibat berbagai kondisi, termasuk rematik, nyeri setelah operasi, dan serangan asam urat akut.

Tablet sebaiknya diminum setelah makan untuk membantu mengurangi risiko iritasi lambung. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet sebelum diminum, kecuali ada petunjuk khusus dari dokter.

Memilih obat asam urat di apotek tidak bisa dilakukan sembarangan karena setiap obat memiliki fungsi yang berbeda. Jika keluhan sering kambuh, disertai pembengkakan berat, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Posting Komentar