Mendes Sebut Warga Desa Jarang Makan Telur, Babahan Tabanan jadi Bukti Sentra Ayam Petelur
![]() |
| Mendes buka suara terkait MBG (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengenai masih minimnya konsumsi telur dan daging ayam di sejumlah desa memicu perhatian publik.
Ucapan tersebut disampaikan saat membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama sejumlah asosiasi pemerintah desa.
Menurut Yandri, masih banyak masyarakat di wilayah pedesaan yang belum dapat menikmati sumber protein hewani secara rutin.
Karena itu, ia menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Tadi aspirasi mereka bahwa makan siang bergizi itu untuk rakyat di desa itu sangat memerlukan. Karena jarang selama ini penduduk desa itu setiap minggu bisa makan telur, makan daging ayam, dan sebagainya,” ujar Yandri.
Pernyataan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial. Di tengah berbagai tanggapan yang muncul, terdapat fakta menarik bahwa tidak semua desa memiliki kondisi yang sama.
Beberapa desa justru dikenal sebagai pusat produksi telur ayam, salah satunya Desa Babahan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Di wilayah Banjar Utu, Desa Babahan, usaha peternakan ayam petelur telah berkembang sejak lama.
Deretan kandang ayam milik warga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Hasil produksinya pun tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai wilayah di Bali.
Keberadaan peternakan tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian desa. Banyak warga memperoleh mata pencaharian dari sektor peternakan, baik sebagai pemilik usaha maupun pekerja.
Aktivitas ekonomi yang terus berkembang juga ikut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain peternakan ayam petelur, Desa Babahan memiliki sektor pertanian yang masih menjadi andalan. Komoditas padi tetap dibudidayakan dengan dukungan sistem irigasi yang memadai sehingga mampu menunjang produktivitas lahan pertanian.
Potensi ekonomi desa juga diperkuat oleh budidaya perikanan air tawar. Kehadiran kelompok pembudidaya ikan memberi alternatif sumber pendapatan bagi warga sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja.
Secara geografis, Desa Babahan berada di kawasan dataran tinggi dengan luas wilayah sekitar 431 hektare dan memiliki udara yang relatif sejuk. Lokasinya juga cukup strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat Kecamatan Penebel maupun Kota Tabanan.
Kondisi Desa Babahan menunjukkan bahwa setiap desa di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Ada wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi ada pula desa yang telah berkembang menjadi sentra produksi pangan dan berkontribusi terhadap pasokan kebutuhan daerah sekitarnya.
Perbedaan kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah. .
Desa Babahan menjadi salah satu contoh bagaimana sektor peternakan dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat regional.
