Usai Dokter Icha Meninggal, Bupati TTU Ungkap Dugaan Perilaku Oknum DPRD yang Selama Ini Tertutup
![]() |
| Suasana duka di rumah dokter Icha (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha terus menjadi sorotan publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, akhirnya angkat bicara mengenai peristiwa yang menggemparkan tersebut.
Menurut Yosep, kasus yang menimpa dokter muda itu menjadi titik awal terbukanya berbagai persoalan yang selama ini jarang terungkap ke publik.
Ia menilai insiden tersebut memperlihatkan adanya perilaku tidak pantas yang diduga kerap dilakukan oleh sebagian oknum anggota DPRD TTU ketika menjalankan kegiatan reses.
"Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat," ujar Yosep
Yosep mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi mengenai adanya oknum anggota dewan yang diduga membuat keributan karena berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, baik sebelum maupun setelah kegiatan reses berlangsung.
Atas kejadian yang menimpa Dokter Icha, Pemerintah Kabupaten TTU menyatakan siap memberikan dukungan kepada keluarga korban untuk memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum maupun mekanisme yang berlaku.
Dokter Icha diketahui merupakan putri daerah penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten TTU. Ia bertugas sebagai dokter di Puskesmas Bitefa dan juga membantu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kefamenanu.
Peristiwa yang diduga menjadi awal tekanan psikologis terhadap Dokter Icha terjadi ketika ia sedang menangani seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular.
Saat proses penanganan berlangsung, beberapa orang yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU datang ke ruang IGD.
Berdasarkan keterangan keluarga dan sejumlah saksi, suasana saat itu berubah tegang karena terjadi percakapan dengan nada tinggi yang ditujukan kepada Dokter Icha.
Keluarga menyebut tekanan tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Setelah kejadian, Dokter Icha dikabarkan masih merasa ketakutan dan mengalami tekanan psikologis.
Beberapa waktu kemudian, ia ditemukan dalam kondisi lemah di tempat tinggalnya. Pada Jumat, 26 Juni 2026, Dokter Icha dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga menduga korban mengakhiri hidupnya setelah mengalami depresi berat akibat intimidasi yang diterimanya.
Juru bicara keluarga juga mengungkapkan bahwa berdasarkan kesaksian tenaga medis serta orang-orang yang berada di lokasi saat itu, dua anggota DPRD yang datang ke IGD diduga dalam kondisi terpengaruh alkohol.
Keluarga mengaku telah menerima dokumentasi berupa foto yang diambil ketika insiden tersebut terjadi.
Polres Timor Tengah Utara kini tengah mengusut dugaan intimidasi tersebut. Sejumlah tenaga medis yang bertugas bersama Dokter Icha saat kejadian telah dimintai keterangan sebagai saksi.
Selanjutnya, penyidik berencana memanggil tiga anggota DPRD TTU untuk dimintai klarifikasi terkait peristiwa di IGD RS Leona.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menjelaskan bahwa penyelidikan tetap berjalan meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga.
Langkah tersebut dilakukan setelah informasi mengenai kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Selain memeriksa saksi, polisi juga akan mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk dokumen medis serta hasil pemeriksaan psikologis yang berkaitan dengan kondisi almarhumah sebelum meninggal dunia.
Aparat juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD TTU terkait laporan keluarga ke Badan Kehormatan DPRD.
Sementara itu, tiga anggota DPRD yang disebut dalam kasus ini membantah telah melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha. Mereka menyatakan hanya berbicara dengan nada lebih tinggi karena panik terhadap kondisi pasien yang sedang ditangani.
