Hilang Selama Dua Hari, Petani di Sumenep Ditemukan Meninggal di Sumur
![]() |
| Penemuan jenazah lansia di sumur (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Warga Dusun Bindung, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam sumur pada Rabu (1/7).
Korban diketahui bernama Sa'ena (65), seorang petani asal Dusun Darusa Barat, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng.
Sebelumnya, ia dilaporkan menghilang selama sekitar dua hari sehingga keluarga bersama warga sempat berupaya mencarinya, namun tidak membuahkan hasil.
Peristiwa tersebut terungkap setelah warga menyadari kondisi air di salah satu sumur berubah menjadi keruh secara tidak biasa.
Rasa penasaran membuat mereka memeriksa bagian dalam sumur menggunakan senter. Dari pemeriksaan itu, terlihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air.
Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas
Basarnas Kabupaten Sumenep dengan melibatkan personel Polsek Lenteng, Satreskrim Polres Sumenep, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Lenteng.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menjelaskan bahwa korban memang telah dilaporkan hilang dan pencarian sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.
"Korban sudah dua hari tidak pulang. Sudah dicari oleh keluarganya namun tidak ditemukan. Kemudian kepala desa melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Silapor 112 Pemkab Sumenep," ujar Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, Rabu (1/7).
Informasi mengenai penemuan jenazah kemudian diteruskan melalui layanan darurat milik Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelum petugas diterjunkan ke lokasi.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga memutuskan tidak mengizinkan dilakukannya visum dan telah membuat surat pernyataan penolakan.
Meski tidak dilakukan pemeriksaan visum, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
