Bus Rombongan RS Bina Sehat Jember Kecelakaan di Probolinggo, 8 Orang Meninggal Dunia
![]() |
| Bus yang mengalami kecelakaan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Sebuah bus pariwisata bernomor polisi P 7221 UG mengalami kecelakaan di Jalan Raya Bromo, Desa Botoh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu (14/9/2025).
Bus ini mengangkut 52 penumpang yang merupakan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember beserta keluarga mereka, usai berwisata dari kawasan Gunung Bromo.
Kecelakaan terjadi ketika bus yang dikemudikan Al Bahri dengan kernet bernama Mergi sedang melaju dari arah barat menuju timur.
Saat memasuki jalur menurun dan menikung, diduga rem bus mengalami gangguan sehingga laju kendaraan tak terkendali.
Bus kemudian oleng ke arah kanan, menabrak pagar pembatas jalan, dan menghantam sebuah sepeda motor dengan nomor polisi N 2856 OE sebelum akhirnya berhenti di bahu jalan.
Peristiwa nahas ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, seluruhnya merupakan warga Kabupaten Jember.
Selain itu, 17 penumpang mengalami luka berat dan sisanya luka ringan. Proses evakuasi korban dilakukan secara cepat dengan mengerahkan 23 unit ambulans yang membawa jenazah dan korban luka ke sejumlah rumah sakit di Probolinggo dan Jember.
Berikut identitas delapan korban yang meninggal dunia:
1. Bela Puteri Kayila Nurjati (10), warga Desa Gebang, Kecamatan Patrang
2. Hesti Purba Wredhamaya (39), warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung
3. Hendra Pratama (37), warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates
4. Arti Wibowati (34), warga Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan
5. Wardatus Soleha (35), warga Desa Serut, Kecamatan Panti
6. Aiza Fahrani Agustin (7), warga Desa Serut, Kecamatan Panti
7. Desi Eka Agustin (33), warga Kecamatan Jenggawah
8. Nasha Azkiya Naygara (14), warga Desa Baratan, Kecamatan Patrang
Pemilik RS Bina Sehat Jember, dr. Faida, turut memimpin langsung penjemputan korban di beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Moh Saleh, RSU Ar-Rozy, dan RSUD Tongas.
Menurutnya, dua korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tongas dan RSUD Moh Saleh karena kondisi yang belum stabil, sementara korban luka ringan sudah dipindahkan ke RSBS Jember.
Dr. Faida menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini. Ia mengungkapkan kesedihannya terutama saat menjemput jenazah Hendra, salah satu petugas kebersihan RSBS, yang meninggal dunia bersama istri dan anaknya.
Pihak kepolisian dari Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, rem bus yang tidak berfungsi menjadi faktor utama insiden maut tersebut.
Tragedi ini menjadi peringatan penting mengenai keselamatan transportasi wisata, khususnya di jalur pegunungan dengan kondisi jalan menurun dan berbelok tajam seperti kawasan Bromo.
