Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan: Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Kamu Tahu
![]() |
| Ilustrasi orang mengadha puasa (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Muslim mulai bertanya-tanya soal utang puasa yang belum terbayar. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: sampai kapan batas akhir qadha puasa Ramadhan?
Pertanyaan ini penting, karena qadha puasa merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Agar kamu tidak bingung dan bisa menjalankannya dengan tenang, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Qadha Puasa Ramadhan?
Qadha puasa Ramadhan adalah puasa pengganti bagi kamu yang tidak bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan karena alasan tertentu.
Alasan ini bisa berupa uzur syar’i seperti sakit, bepergian jauh (safar), haid, nifas, atau kondisi lain yang dibenarkan dalam Islam.
Jumlah puasa qadha yang harus dikerjakan sesuai dengan jumlah hari puasa Ramadhan yang kamu tinggalkan. Jadi, jika kamu tidak berpuasa selama lima hari, maka kamu wajib menggantinya lima hari juga.
Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan
Lalu, kapan sebenarnya batas akhir qadha puasa Ramadhan?.Secara umum, para ulama menjelaskan bahwa batas akhir qadha puasa Ramadhan adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Artinya, kamu masih memiliki waktu sejak Ramadhan berakhir hingga akhir bulan Syaban untuk melunasi utang puasa tersebut.
Dengan kata lain, qadha puasa masih bisa dilakukan sampai sehari sebelum Ramadhan berikutnya dimulai.
Namun, meskipun waktunya cukup panjang, para ulama sangat menganjurkan agar qadha puasa segera ditunaikan begitu kamu sudah mampu, agar tidak menumpuk dan berisiko terlupa.
Kabar baiknya, puasa qadha bisa dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan, baik secara berurutan maupun terpisah-pisah, sesuai dengan kemampuan kamu.
Bagaimana Jika Ramadhan Sudah Datang Tapi Qadha Belum Selesai?
Situasi ini sering terjadi dan perlu dipahami dengan benar. Hukumnya bisa berbeda tergantung pada kondisi yang kamu alami.
1. Belum Qadha Karena Uzur Syar’i
Jika kamu belum sempat mengqadha puasa karena alasan yang dibenarkan, seperti sakit berkepanjangan atau kondisi tertentu yang sulit dihindari, maka kamu tidak berdosa.
Islam memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang benar-benar memiliki halangan. Namun, setelah uzur tersebut hilang, kamu tetap wajib mengqadha puasa yang tertinggal.
2. Belum Qadha Tanpa Uzur Syar’i
Berbeda halnya jika kamu menunda qadha puasa tanpa alasan yang jelas hingga Ramadhan berikutnya tiba. Dalam kondisi ini, sebagian besar ulama berpendapat bahwa kamu tetap wajib mengqadha puasa dan menambah fidyah.
Fidyah sendiri artinya memberi makan fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Inilah mengapa memahami batas akhir qadha puasa Ramadhan sangat penting agar kamu tidak terbebani kewajiban tambahan.
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Pelaksanaan puasa qadha pada dasarnya sama seperti puasa Ramadhan, yaitu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Perbedaannya terletak pada niat, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Niat ini cukup diucapkan dalam hati sebelum terbit fajar.
Memahami batas akhir qadha puasa Ramadhan sangat penting agar kamu bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan sesuai tuntunan. Intinya, qadha puasa harus diselesaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
