Banjir Bandang Terjang Solok, BMKG Beberkan Peringatan Cuaca Sejak 7 Hari Sebelumnya
![]() |
| Banjir bandang terjang Solok (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026.
Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Solok dan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut kondisi cuaca ekstrem sebenarnya sudah terpantau sebelum banjir bandang terjadi.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan dini cuaca dalam beberapa rentang waktu.
Peringatan tersebut diberikan mulai dari prakiraan tujuh harian, tiga harian, hingga pemantauan yang lebih detail dalam hitungan jam melalui sistem nowcasting.
"Banjir bandang di Kabupaten Solok, dan BMKG kami sampaikan bahwa jauh hari sebelum kejadian tersebut juga sudah mengeluarkan peringatan dini dari 7 harian, 3 harian, bahkan pada skala jam-jaman nowcasting," kata Andri dalam jumpa pers di Kantor BMKG Pusat.
Andri menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor yang diduga memicu terjadinya banjir bandang di wilayah tersebut.
Berdasarkan catatan BMKG, hujan di sekitar Solok mencapai sekitar 94 milimeter dalam sehari dan masuk dalam kategori hujan lebat.
"Jadi hujan yang terjadi kategori lebat ya kalau dari catatan BMKG, terutama di wilayah sekitar Solok sebesar 94 milimeter per hari. Sehingga ini tentu memicu tadi kejadian banjir," ujar Andri.
Kondisi tersebut kemudian meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan longsor.
Meski banjir bandang telah terjadi, BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat belum sepenuhnya berakhir.
Solok dan sejumlah wilayah lain di Sumatera Barat masih perlu mendapat perhatian karena dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat.
Selain Sumatera, BMKG juga meminta kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dalam sepekan ke depan.
Di tengah ancaman hujan lebat tersebut, sebagian wilayah Indonesia justru masih mengalami kondisi kering karena berada pada periode musim kemarau.
BMKG melihat adanya perbedaan kondisi cuaca antara wilayah yang masih mengalami kekeringan dengan daerah lain yang justru mendapatkan hujan berintensitas tinggi.
Untuk mengantisipasi perubahan cuaca, masyarakat diminta rutin memeriksa informasi terbaru yang dikeluarkan BMKG melalui kanal resminya.
Pemantauan secara real-time dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah rawan banjir, longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.
Banjir bandang di Solok sebelumnya menyebabkan akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok sempat tidak dapat dilalui.
Material banjir dan longsoran menutup jalur tersebut sehingga aktivitas transportasi masyarakat ikut terganggu.
Selain akses jalan, sejumlah bangunan perkantoran yang berada di kompleks Pemerintah Daerah Solok juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir. Beberapa perlengkapan kantor bahkan dilaporkan ikut terbawa arus.
