Menu MBG di MI Ma’arif Mayak Ponorogo Diduga Ada Ulat, SPPG Tonatan Lakukan Evaluasi
![]() |
| Menu MBG di MI Ma’arif Mayak ada ulatnya (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Dugaan ditemukannya ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo, menjadi perhatian pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tonatan.
Temuan tersebut terjadi saat pembagian makanan MBG pada Rabu, 16 September 2026. Pihak SPPG Tonatan di bawah Yayasan Azmania pun menyatakan kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses pengolahan makanan.
Kepala SPPG Tonatan Ponorogo, Salman Masmba, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut ulat ditemukan dalam tiga ompreng milik siswa kelas 6C.
Menurut Salman, ulat yang ditemukan dalam kondisi sudah mati dan menempel pada bagian sayuran, termasuk wortel.
Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi, koloke ayam, brokoli, wortel, serta tahu.
Setelah mendapat laporan dari pihak sekolah, makanan yang diduga terdapat ulat langsung ditarik. Sebagai pengganti, pihak sekolah kemudian menerima ompreng baru.
MI Ma’arif Mayak sendiri setiap hari mendapatkan sekitar 683 porsi MBG yang diperuntukkan bagi siswa dan guru.
Salman mengatakan makanan MBG pada hari tersebut secara umum tetap dikonsumsi oleh penerima. Sampai saat itu, pihak SPPG juga belum mendapatkan laporan mengenai gangguan pencernaan setelah makanan disantap.
Salman menjelaskan bahwa pihak SPPG sebenarnya telah melakukan proses pembersihan sebelum sayuran dimasak.
Sayuran yang akan digunakan terlebih dahulu direndam menggunakan air garam selama kurang lebih satu jam. Meski demikian, pihaknya menduga ulat masih bisa berada di bagian tertentu yang sulit terlihat.
Salah satunya adalah sela-sela brokoli yang memiliki banyak bagian kecil sehingga berpotensi menjadi tempat ulat bersembunyi.
Temuan tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi oleh SPPG Tonatan. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan proses pengolahan bahan makanan sekaligus menjaga kualitas layanan MBG bagi para penerima.
Persoalan tersebut juga dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kepala MI Ma’arif Mayak.
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari sekolah, SPPG Tonatan 1, Yayasan Azmania, Lurah Tonatan, Dinas Kesehatan, hingga tim dari Puskesmas Ponorogo Utara dan Puskesmas Ponorogo Selatan.
Lurah Tonatan, Agus Subagyo, mengatakan pihak SPPG telah menyampaikan permintaan maaf kepada sekolah terkait kejadian tersebut.
Sementara itu, pihak sekolah meminta agar pemilihan dan penggunaan sayuran menjadi perhatian lebih dalam proses penyediaan menu MBG berikutnya.
Agus berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga situasi di wilayah Tonatan tetap kondusif.
Dugaan temuan ulat dalam menu MBG tersebut juga mendapat perhatian dari Satgas MBG Kabupaten Ponorogo.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, mengatakan persoalan tersebut telah dibahas secara internal.
Satgas MBG selanjutnya berencana meminta keterangan dari Koordinator Wilayah (Korwil) MBG dan Kepala SPPG Tonatan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Luhur menyebut jadwal pemanggilan belum ditentukan. Namun, proses klarifikasi akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dengan adanya evaluasi dan klarifikasi dari sejumlah pihak, kejadian tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk memperketat proses pemeriksaan bahan makanan sebelum menu MBG dibagikan kepada siswa dan guru.
