JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan, Kapal Arupadhatu I Tak Kunjung Ditemukan

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan, Kapal Arupadhatu I Tak Kunjung Ditemukan
Proses pencarian jurnalis dan ABK di Selat Sunda resmi dihentikan (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Operasi pencarian lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan.

Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama 10 hari. Operasi pencarian juga sempat diperpanjang selama tiga hari, tetapi belum membuahkan hasil yang mengarah pada keberadaan rombongan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, selama operasi berlangsung, petugas belum menemukan petunjuk yang dapat memastikan lokasi kapal Arupadhatu I maupun orang-orang yang berada di dalamnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (17/9).

"Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," katanya. 

Selama proses pencarian di perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan menemukan sejumlah benda yang diduga berada di laut.

Total terdapat 13 objek yang ditemukan petugas. Beberapa di antaranya berupa jaket pelampung, terpal, helm, hingga galon.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi oleh Polairud, seluruh benda tersebut belum dapat dikaitkan dengan kapal Arupadhatu I.

"Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau objek dicatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I," kata Andra.

Artinya, berbagai benda yang ditemukan selama pencarian belum memberikan petunjuk mengenai keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut.

Dengan berakhirnya masa operasi, pencarian terhadap lima jurnalis, dua ABK, dan satu guide tersebut secara resmi dihentikan.

Meski demikian, hingga hari terakhir pencarian, keberadaan kapal Arupadhatu I masih belum diketahui. Tidak ditemukan pula tanda yang dapat memastikan lokasi para penumpang maupun awak kapal.

Peristiwa ini sebelumnya menjadi perhatian setelah rombongan dilaporkan hilang saat berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran untuk mencari kapal dan seluruh orang yang berada di dalamnya. Namun, hingga operasi berakhir, belum ada temuan yang terkonfirmasi berkaitan langsung dengan Arupadhatu I.

Posting Komentar