JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ratusan Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Terancam Di-suspend

Ratusan Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Terancam Di-suspend
Menu MBG yang menyebabkan keracunan massal (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Sebanyak 352 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa tersebut dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari pusing hingga muntah-muntah. Mereka kemudian mendapat penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan.

Peristiwa ini terjadi setelah makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keluhan kesehatan tersebut dibagikan kepada siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Batukliang.

Sebanyak 352 siswa sempat dibawa ke beberapa puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan. Fasilitas kesehatan yang menangani para siswa antara lain Puskesmas Peringgarata, Puskesmas Mantang, dan Puskesmas Aik Darek.

Ketua Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyampaikan bahwa kondisi para siswa masih dipantau oleh pihak terkait.

Sebagian siswa yang sebelumnya menjalani perawatan bahkan telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan observasi.

"Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman, Jumat (11/9).

Menurut keterangan yang disampaikan, para siswa telah menjalani pemantauan selama sekitar tiga jam. Kondisi mereka selanjutnya akan terus diperiksa untuk memastikan tidak muncul keluhan lanjutan.

Kejadian tersebut juga membuat Satuan Tugas Program MBG NTB mengambil langkah evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan kepada para siswa.

Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani mengatakan SPPG terkait berpotensi mendapatkan sanksi berupa penghentian operasional sementara atau suspend.

Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan sebagai bagian dari evaluasi setelah muncul dugaan keracunan yang dialami ratusan penerima manfaat.

Namun, mengenai berapa lama penghentian tersebut akan diberlakukan, keputusannya masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Ya kalau melihat situasi otomatis suspend," Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program MBG NTB Fathul Gani ditemui di kantor Gubernur NTB.

Selain menjadi bagian dari evaluasi, penghentian sementara juga dipandang penting untuk mengembalikan rasa aman para penerima manfaat. 

Hal ini diperlukan agar siswa maupun orang tua tidak mengalami trauma atau kehilangan kepercayaan terhadap program MBG.

Makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut diketahui disalurkan oleh mitra salah satu SPPG di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang.

Meski demikian, dugaan keracunan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Pemeriksaan terhadap kondisi siswa dan evaluasi terhadap proses penyediaan makanan menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan menu MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Pihak terkait juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh siswa yang sempat mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas.

Posting Komentar