Viral Video Kadisdik Kalteng Bahas Sekolah Saat Kabut Asap, Singgung Operasional MBG
![]() |
| Kadisdik Kalteng yang viral (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com — Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng) Muhammad Reza Prabowo menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, ia membahas kegiatan sekolah di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Video itu memperlihatkan Reza mengikuti sebuah rapat secara daring bersama sejumlah kepala sekolah dan guru.
Pembicaraan dalam rapat tampaknya berkaitan dengan penyesuaian kegiatan belajar mengajar selama kondisi udara kurang baik akibat kabut asap.
Salah satu bagian pernyataan Reza yang kemudian ramai diperbincangkan berkaitan dengan kemungkinan sekolah diliburkan.
"Belum lagi dampak ketika anak-anak diliburkan mereka yang harusnya mereka di rumah mereka ke kafe-kafe buat keributan, buat masalah Iya. Nanti kita yang pusing, Bu. Habis itu nanti ada ini orang tuanya apa segala macam. Nah, ini pusing lagi kita, Bu." jelasnya.
Ia menyebut bahwa penghentian kegiatan sekolah dapat memberikan dampak terhadap sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan sekolah, termasuk operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin.
"Karena ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga pada dapur-dapur MBG (mati). Kita mengerti, Bapak Ibu ya? Bapak Ibu saya harap baik-baik saja punya kebijaksanaan juga dapur MBG mati bu, kantin-kantin mati bu habis itu," jelasnya.
Menurut Reza, apabila sekolah diliburkan, dapur MBG yang menyediakan makanan bagi siswa juga dapat ikut berhenti beroperasi. Aktivitas kantin sekolah pun disebut akan terdampak.
Selain persoalan tersebut, Reza juga menyampaikan kekhawatiran mengenai aktivitas siswa ketika tidak mengikuti kegiatan sekolah.
Ia menyinggung kemungkinan sebagian siswa justru pergi ke tempat lain apabila sekolah diliburkan dan hal itu dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru.
Dalam video yang beredar, Reza juga membicarakan kemungkinan penyesuaian waktu belajar sebagai alternatif selain meliburkan sekolah sepenuhnya.
Ia menyampaikan rencana agar siswa masuk sekolah mulai pukul 08.00. Durasi setiap jam pelajaran juga disebut akan dipersingkat menjadi sekitar 30 menit sehingga waktu belajar dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Penyesuaian tersebut rencananya akan dituangkan melalui surat edaran. Kebijakan ini disebut sebagai salah satu upaya untuk menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan kondisi kabut asap yang sedang terjadi.
Kondisi karhutla memang dapat menyebabkan kualitas udara memburuk. Dalam situasi seperti itu, sekolah perlu mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar juga perlu disesuaikan agar tetap dapat berlangsung apabila kondisi memungkinkan.
Pernyataan Reza kemudian menjadi sorotan karena pembahasan mengenai sekolah yang diliburkan turut dikaitkan dengan keberlangsungan dapur MBG dan aktivitas kantin.
Muhammad Reza Prabowo sendiri merupakan Kadisdik Kalteng yang baru menjabat secara definitif. Ia dilantik oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran pada 26 Mei 2026 di Istana Isen Mulang, Palangka Raya.
Sebelum menjadi kepala dinas definitif, Reza sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng.
Hingga saat ini, video pernyataan tersebut masih menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Sejumlah warganet memberikan kritik terhadap pernyataan dan kebijakan yang dibahas dalam video tersebut.
Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa keputusan mengenai kegiatan sekolah selama kondisi kabut asap menjadi perhatian publik.
Selain memastikan proses pendidikan tetap berjalan, faktor kesehatan dan keselamatan siswa juga menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan.
