JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Viral Penampakan Sungai Barito Mengering, Hamparan Pasir Muncul di Bawah Jembatan Kalahien

Viral Penampakan Sungai Barito Mengering, Hamparan Pasir Muncul di Bawah Jembatan Kalahien
Sungai yang mengering drastis (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap kondisi sejumlah perairan di Kalimantan. 

Beberapa sungai dan danau yang biasanya memiliki debit air cukup tinggi kini mengalami penyusutan hingga bagian dasar perairannya terlihat.

Fenomena tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah video dan foto kondisi sungai yang mengering beredar di media sosial. Penampakannya terlihat di beberapa wilayah, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Timur.

Salah satu lokasi yang mengalami penyusutan debit air adalah Sungai Barito di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Di kawasan tersebut, permukaan air sungai terlihat jauh lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Bahkan, bagian dasar sungai di sekitar Jembatan Kalahien mulai terlihat. Hamparan pasir yang sebelumnya berada di bawah air kini tampak terbuka dan mengering.

Kondisi Sungai Barito tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 57 detik yang diunggah akun Instagram @theonewhd. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria berjalan di atas hamparan pasir di bawah Jembatan Kalahien.

Pasir dan tanah di sekitar lokasi juga tampak mengalami retakan. Sementara itu, aliran Sungai Barito yang masih tersisa terlihat menyempit dan berada di bagian yang lebih jauh dari tepian sungai.

Pria dalam video tersebut tampak mengenakan kemeja berwarna biru, celana panjang hitam, serta topi. Ia berjalan menyusuri area yang sebelumnya menjadi bagian dari aliran sungai dan kemudian duduk di sebuah papan kayu di dekat sisa aliran air.

Video tersebut turut memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi Sungai Barito selama musim kemarau. Dalam keterangan yang ditampilkan pada rekaman, pengunggah menyebut kondisi sungai yang mengering terjadi akibat kemarau.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, misalnya, penyusutan air membuat bagian dasar sungai terlihat. Dalam rekaman yang beredar, bahkan tampak sejumlah bangkai ikan di area sungai yang mengalami kekeringan.

Sementara di Kalimantan Timur, kondisi perairan yang menyusut terlihat di Danau Tanjung Sarai, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Permukaan air yang berkurang membuat sejumlah bagian tepian berubah menjadi tanah terbuka dan tampak retak akibat cuaca panas.

Penampakan lainnya berasal dari Sungai Mahakam di kawasan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Debit air yang menyusut membuat bagian tengah sungai yang biasanya dialiri air dapat dilewati warga.

Kondisi sejumlah sungai tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air di beberapa wilayah Kalimantan. 

Penyusutan debit juga dapat berdampak pada aktivitas masyarakat maupun transportasi sungai yang selama ini bergantung pada kondisi perairan.

Di Sungai Barito, misalnya, surutnya air bahkan membuat sebuah tongkang bermuatan batu bara bersama tugboat dilaporkan tersangkut di bagian sungai yang berubah menjadi gosong pasir.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan kondisi cuaca dapat memberikan dampak cukup besar terhadap perairan, terutama ketika hujan belum turun dalam waktu yang cukup lama.

Warga di sejumlah wilayah Kalimantan pun perlu memperhatikan kondisi ketersediaan air selama musim kemarau. Pemantauan terhadap debit sungai dan sumber air menjadi penting, terutama jika kondisi kering terus berlangsung.

Penampakan Sungai Barito di bawah Jembatan Kalahien yang berubah menjadi hamparan pasir kering menjadi salah satu gambaran nyata dampak kemarau yang sedang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. 

Posting Komentar