Viral Perempuan di Sampang Dituding Pelakor, Dijambak hingga Dilumuri Cabai
![]() |
| Perempuan di Sampang menjadi korban penganiyaan karena diduga menjadi pelakor (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Seorang perempuan asal Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, diduga menjadi korban penganiayaan yang dipicu persoalan asmara.
Aksi tersebut terekam dalam video dan kemudian beredar luas di sejumlah grup WhatsApp hingga media sosial.
Dalam rekaman berdurasi sekitar tujuh menit, korban terlihat berada di lantai dan mendapat perlakuan kasar dari sejumlah perempuan.
Salah seorang perempuan tampak menarik rambut korban, sementara perempuan lainnya memegang tangan korban.
Korban dalam video tersebut diduga dituduh sebagai perempuan yang menjalin hubungan dengan pria yang telah memiliki pasangan atau dikenal dengan istilah pelakor.
Korban beberapa kali terdengar meminta agar aksi tersebut dihentikan dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, situasi dalam rekaman justru terlihat semakin memanas.
"Ambueh ongkok la mi saporanah jek bengkangih engkok mi (Mau berhenti saya Bu. Minta maaf saya Bu)," salah satu kalimat yang diucapkan perempuan dituding pelakor itu.
Salah satu perempuan yang berada di lokasi juga terdengar menegur korban karena dianggap sudah mengetahui pria tersebut telah memiliki istri dan anak, tetapi tetap melanjutkan hubungan.
"Je'la taoh Andik bineh, Andi anak makgik eterrossagih, lakar la pelakor (Sudah tahu kalau sudah punya istri, punya anak kok ya diteruskan, memang pelakor)," sahut salah satu perempuan yang turut menjadikannya bulan-bulanan.
Di tengah kejadian, seorang pria mengenakan pakaian berwarna kuning terlihat berusaha menghentikan perempuan yang menarik rambut korban. Namun, aksi tersebut belum langsung mereda.
Perlakuan terhadap korban kemudian semakin kasar. Seorang perempuan yang mengenakan kaus biru terlihat berusaha membuka pakaian korban ketika korban sudah dalam kondisi tidak berdaya.
Perempuan tersebut juga tampak mengoleskan bubuk cabai ke bagian wajah korban. Dalam rekaman, korban terus meronta dan meminta agar tindakan itu dihentikan.
Situasi akhirnya berhasil dilerai setelah sejumlah warga datang ke lokasi. Korban yang sebelumnya menjadi sasaran amarah kemudian tidak lagi dikerumuni oleh para perempuan tersebut.
Kapolsek Ketapang AKP Kusmanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.00 WIB.
Lokasi kejadian berada di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Polisi menyebut lokasi tersebut berada di sekitar Postu Bidan, sebelah barat Penginapan Purnama Mobina.
Kasus dugaan penganiayaan tersebut menjadi perhatian setelah rekamannya menyebar di media sosial dan grup percakapan warga.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi sorotan karena aksi kekerasan dilakukan terhadap seorang perempuan yang dituding terlibat dalam persoalan rumah tangga.
