JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Viral Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi ke Singapura

Viral Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Diduga Minta Pacar Aborsi ke Singapura
Tio Ferdian Rahmana (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Nama runner up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana, tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan terkait permintaan kepada pacarnya untuk menggugurkan kandungan.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, terutama Instagram dan Threads. 

Dugaan itu mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut-sebut merupakan komunikasi antara Tio dan perempuan yang mengaku sebagai pacarnya.

Dalam percakapan yang beredar, terdapat pembahasan mengenai kehamilan dan rencana untuk melakukan aborsi. Salah satu opsi yang disebut dalam percakapan tersebut adalah membawa sang perempuan ke Singapura.

Kabar tersebut kemudian semakin ramai setelah diunggah oleh akun Instagram @ingintauindonesia pada Minggu (9/8/2026).

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut perempuan yang mengaku sebagai pacar Tio menuturkan bahwa dirinya diminta untuk mengakhiri kehamilan yang disebut telah memasuki usia sekitar 12 minggu.

"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia

Selain persoalan aborsi, unggahan yang beredar juga memuat tudingan mengenai dugaan kekerasan seksual. Namun, informasi tersebut masih berupa tuduhan yang beredar di media sosial dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum.

Viralnya kabar tersebut mendapat perhatian dari Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Organisasi tersebut menyampaikan sikap resmi melalui akun Instagram @rakaraki_jatim pada 8 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya, Ikatan Raka Raki Jawa Timur menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun penyalahgunaan kekuasaan

Organisasi tersebut juga menyatakan akan mengambil langkah sesuai dengan aturan internal yang berlaku. Namun, proses tersebut tetap akan memperhatikan investigasi terhadap dugaan kasus yang sedang berlangsung.

Untuk memastikan penanganan dilakukan secara objektif, Ikatan Raka Raki Jawa Timur mengaku telah membentuk tim independen. Tim tersebut ditugaskan untuk melakukan penelusuran secara adil dan transparan.

"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami berkomitmen menindak terduga pelaku sesuai aturan internal yang berlaku, dengan tetap menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Saat ini kami membentuk tim independen yang adil dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini," tulis pernyataan Ikatan Raka Raki Jawa Timur yang diposting di Instagram @rakaraki_jatim.

"Keselamatan, pemulihan, dan kerahasiaan identitas korban adalah prioritas utama bagi kami. Ikatan Raka Raki Jawa Timur membuka saluran aman bagi korban atau saksi lain untuk melapor jika mengalami atau melihat kejadian serupa. Kami memohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan."

Hingga informasi ini mencuat, dugaan yang melibatkan Tio Ferdian Rahmana masih menjadi perhatian publik. 

Berbagai informasi yang beredar di media sosial juga perlu disikapi secara hati-hati sambil menunggu hasil investigasi dan proses hukum apabila laporan resmi dibuat.

Dengan demikian, tudingan yang beredar belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai keterlibatan pihak yang disebutkan sebelum adanya hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Posting Komentar