JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kepala BGN Minta Sekolah Rusak Tak Dikaitkan dengan Program MBG, Minta Publik Lapor ke Kemendikdasmen

Kepala BGN Minta Sekolah Rusak Tak Dikaitkan dengan Program MBG, Minta Publik Lapor ke Kemendikdasmen
Kepala BGN tanggapi siswa yang makan MBG di reruntuhan bangunan sekolah (Dok. Ist)


JawaUpdate.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan tanggapan terkait beredarnya foto yang memperlihatkan siswa SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menikmati makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Menurut Sudaryono, kondisi bangunan sekolah tersebut sudah terjadi sebelum program MBG dijalankan. 

Karena itu, ia menilai tidak tepat apabila kerusakan sekolah dijadikan dasar untuk mengkritik pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Ia menjelaskan bahwa persoalan infrastruktur sekolah dan program MBG merupakan dua hal yang berbeda. 

"Dulu enggak ada MBG, kan sekolah itu rusak bukan setelah ada MBG. Betul enggak? Kita objektif saja, sekolah itu memang rusak sebelum ada program MBG. Ini sekarang oleh Presiden diperbaiki," kata Sudaryono saat konferensi pers.

Pemerintah, kata dia, juga telah berupaya memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan melalui instansi yang memiliki kewenangan di bidang pendidikan.

Sudaryono mengimbau masyarakat yang menemukan sekolah dengan kondisi tidak layak agar menyampaikan laporan melalui mekanisme resmi yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dengan begitu, permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Ia menilai membandingkan bangunan sekolah yang rusak dengan program MBG bukanlah perbandingan yang seimbang karena masing-masing memiliki tujuan dan penanggung jawab yang berbeda.

Meski demikian, Sudaryono mengaku tetap menghargai berbagai kritik yang muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari dinamika demokrasi selama disampaikan secara proporsional.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama BGN adalah memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. 

Selain itu, makanan yang disajikan juga harus memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak serta dapat diterima dengan baik oleh para siswa.

Program MBG, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan anak, mulai dari membantu mencegah stunting hingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.

Di akhir pernyataannya, Sudaryono kembali mengajak masyarakat untuk tidak mencampurkan persoalan infrastruktur sekolah dengan pelaksanaan program MBG. 

Apabila menemukan sekolah yang membutuhkan perbaikan, ia menyarankan agar masyarakat mendokumentasikan kondisinya lalu melaporkannya kepada pihak yang berwenang agar dapat segera ditangani.

Posting Komentar