Gempa Susulan Kembali Guncang Ruteng NTT, Magnitudo 5,0 Terjadi Dini Hari
![]() |
| Gempa susulan di NTT (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Gempa susulan masih mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa kuat bermagnitudo 7,7 melanda kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Terbaru, gempa dengan magnitudo 5,0 terjadi pada Senin (17/8/2026) dini hari. Gempa tersebut tergolong dangkal karena pusat guncangannya berada pada kedalaman 10 kilometer.
Informasi mengenai gempa itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun X resminya. Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pada pukul 00.26 WIB atau 01.26 WITA.
Pusat gempa berada sekitar 75 kilometer timur laut Ruteng. Lokasi episentrumnya tercatat pada koordinat 7,93 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,50 derajat Bujur Timur (BT).
Guncangan tidak berhenti setelah gempa M 5,0 tersebut. Beberapa gempa lain tercatat terjadi di sekitar wilayah Ruteng dalam waktu yang berdekatan.
Sekitar dua menit kemudian, tepatnya pukul 00.28 WIB, gempa dengan magnitudo 3,9 kembali terdeteksi. Gempa tersebut memiliki kedalaman 27 kilometer.
Selanjutnya, pada pukul 00.32 WIB, wilayah Ruteng kembali diguncang gempa bermagnitudo 4,0. Kali ini, pusat gempa tercatat sangat dangkal, yakni hanya sekitar 1 kilometer.
Guncangan berikutnya terjadi pada pukul 00.38 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,2. Gempa tersebut berada di kedalaman 7 kilometer.
Tidak berselang lama, gempa kembali tercatat pada pukul 00.42 WIB. Kali ini kekuatannya mencapai magnitudo 4,5 dengan kedalaman sekitar 5 kilometer.
Rangkaian aktivitas seismik tersebut kembali terjadi pada pukul 01.57 WIB. BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,1 dengan episentrum sekitar 54 kilometer barat laut Ruteng dan kedalaman 10 kilometer.
Rangkaian guncangan yang terjadi dalam waktu berdekatan menunjukkan bahwa aktivitas gempa di wilayah tersebut masih berlangsung setelah gempa utama M 7,7 pada Sabtu lalu.
Gempa susulan merupakan hal yang dapat terjadi setelah gempa utama. Intensitas dan frekuensinya dapat berubah seiring waktu, sehingga masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan mengenai gempa maupun potensi bahaya lainnya sebaiknya diperoleh dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Dengan masih terjadinya sejumlah gempa di sekitar Ruteng, warga di wilayah terdampak perlu tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
