Pelabuhan Ketapang Sering Macet, Khofifah Ungkap Sejumlah Langkah untuk Mengurai Antrean
![]() |
| Pelabuhan Ketapang yang sering mengalami kemacetan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kepadatan kendaraan, terutama angkutan barang, dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius karena berdampak pada kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemerintah bersama pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah strategis agar antrean kendaraan di pelabuhan dapat dikurangi.
Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyeberangan.
"Berbagai langkah koordinatif diharapkan dapat memperkuat pelayanan transportasi serta mengantisipasi potensi kepadatan di kawasan pelabuhan," kata Khofifah, Kamis (16/7).
Khofifah menjelaskan, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan akan dilakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kapasitas layanan di Pelabuhan Ketapang.
Langkah tersebut dipersiapkan sebagai antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan dan penumpang pada musim libur besar, seperti Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Dengan kapasitas yang lebih memadai, arus kendaraan diharapkan dapat bergerak lebih lancar sehingga antrean panjang yang sering terjadi saat periode ramai dapat diminimalkan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Perhubungan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, tidak hanya untuk mendukung mobilitas masyarakat tetapi juga menjaga kelancaran distribusi barang yang berperan penting bagi perekonomian daerah.
Khofifah menyebutkan bahwa berbagai pembahasan bersama pemerintah pusat menghasilkan sejumlah program strategis yang akan mendukung pengembangan sektor transportasi di Jawa Timur.
Program-program tersebut diarahkan untuk memberikan solusi yang lebih efektif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di jalur penyeberangan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Beberapa langkah yang akan dilakukan meliputi peningkatan dan optimalisasi fasilitas dermaga, pengoperasian kapal dengan kapasitas angkut yang lebih besar, hingga pemanfaatan pelabuhan pendukung seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Pelabuhan Tanjung Wangi, serta optimalisasi layanan di Pelabuhan Ketapang.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kepadatan kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dapat berkurang secara signifikan, terutama saat terjadi lonjakan arus penumpang dan kendaraan pada musim liburan maupun hari besar keagamaan.
Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Bali.
