Sempat Bikin Resah, Kemunculan Pocong Bawa Celurit di Bangkalan Dipastikan Hoaks
![]() |
| Teror pocong di Bangkalan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Warga Kabupaten Bangkalan sempat dibuat heboh setelah beredar sebuah video yang menampilkan sosok menyerupai pocong membawa celurit dan mendatangi rumah warga pada malam hari.
Rekaman tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan memicu rasa khawatir di tengah masyarakat.
Video itu disebut terjadi di Desa Gili, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Dalam tayangan yang beredar, terlihat sosok berpakaian putih menyerupai pocong bergerak dengan cara melompat sambil membawa benda yang tampak seperti celurit.
Sosok tersebut juga terlihat mendekati rumah warga dan mengetuk pintu pada malam hari.
Meski sempat membuat geger, pihak kecamatan memastikan informasi yang berkembang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Camat Kamal, Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa kabar mengenai kemunculan pocong bercelurit tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
"Informasi (pocong bercelurit) itu hoaks. Pihak kecamatan bersama unsur Muspika Kamal selama ini rutin melaksanakan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Kamal," ujar Yaqin, Senin (1/6).
Menurutnya, selama ini pemerintah kecamatan bersama unsur Muspika rutin melakukan patroli untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah setempat.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika hanya berasal dari unggahan media sosial yang belum jelas asal-usulnya.
Selain itu, aparat kepolisian turut mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diminta memastikan kebenaran sebuah kabar terlebih dahulu agar tidak memunculkan kepanikan atau keresahan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konten viral di internet belum tentu menggambarkan kejadian yang sebenarnya.
Di tengah cepatnya penyebaran informasi digital, sikap kritis dan kebiasaan melakukan pengecekan fakta menjadi langkah penting agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terbukti.
