Viral Dugaan Pelecehan Wasit, Pemain PSIR Rembang Beri Klarifikasi ke PSSI
![]() |
| Pemain sepak bola diduga melakukan pelecehan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Insiden kericuhan dalam pertandingan Liga 4 antara PSIR Rembang dan Persak Kebumen masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Salah satu video yang beredar memperlihatkan seorang pemain diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap wasit.
Akibat kejadian tersebut, tiga pemain PSIR Rembang harus menjalani pemeriksaan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Jawa Tengah.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari proses klarifikasi atas insiden yang terjadi dalam ajang Liga 4 Indonesia.
Manajer PSIR Rembang, Rasno, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara online melalui Zoom pada Jumat siang. Proses klarifikasi berlangsung di kantor KONI Rembang dan dihadiri jajaran pengurus klub.
Dalam pemeriksaan tersebut, para pemain diminta menjelaskan kronologi kejadian sejak awal hingga terjadinya kericuhan di lapangan.
"Jam 13.00 WIB (kemarin) lewat Zoom. Kami semua mendampingi di kantor KONI. Pemain ditanya satu per satu soal bagaimana awal kejadian," ujar Rasno saat dimintai konfirmasi, Sabtu (14/2).
Setiap pemain diperiksa secara bergantian agar keterangan yang diberikan lebih jelas dan terperinci.
Rasno menyebutkan, ada tiga pemain yang dipanggil untuk dimintai penjelasan, yakni kapten tim Handoko, pemain bernomor punggung 99 Rudy, serta Wira.
Handoko dimintai keterangan terkait penyebab awal kericuhan. Sementara Rudy diperiksa mengenai video yang viral di media sosial. Adapun Wira dimintai keterangan sebagai saksi.
"Yang diinterogasi itu pertama kapten Handoko ditanyai kenapa sampai terjadi kericuhan. Terus nomor 99 Rudi itu ditanyai yang viral di medsos yang meremas (kemaluan) itu, dan yang ketiga itu Yudistira panggilannya Wira itu sebagai saksi Rudi. Diperiksa satu-satu, sampai satu jam lebih," jelasnya.
Seluruh proses pemeriksaan berlangsung lebih dari satu jam, dengan fokus pada upaya mengungkap kejadian yang sebenarnya di lapangan.
Menanggapi video yang beredar, Rudy membantah tudingan telah melakukan pelecehan terhadap wasit. Ia mengaku tidak meremas bagian sensitif, melainkan hanya menyentuh bagian perut dalam situasi pertandingan yang sedang memanas.
Menurut pengakuannya, tindakan tersebut terjadi secara spontan karena emosi dan tekanan di lapangan, bukan dengan maksud melakukan perbuatan tidak pantas seperti yang dituduhkan.
"Menurut pengakuannya, tidak seperti yang beredar di medsos. Dia hanya menyentuh bagian perut karena situasi pertandingan sedang panas, bukan seperti yang dituduhkan," tegasnya.
Rasno mengungkapkan bahwa suasana pertandingan saat itu memang berlangsung panas sehingga memicu gesekan antar pemain dan ofisial.
Meski demikian, pihak manajemen tetap meminta seluruh pemain untuk bersikap jujur selama proses klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan proses resmi, sehingga setiap pemain harus bertanggung jawab atas keterangannya. Manajemen tidak ingin ada informasi yang ditutup-tutupi karena bisa memperburuk situasi.
Selain itu, Rasno juga menyampaikan bahwa salah satu pemain sempat berusaha menarik rekannya agar menjauh dari kericuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Upaya tersebut menjadi bukti bahwa tidak semua pemain terlibat dalam konflik, dan masih ada yang berusaha menjaga kondisi tetap kondusif
Saat ini, pihak manajemen PSIR Rembang masih menunggu surat resmi dari PSSI terkait hasil pemeriksaan dan kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan.
Rasno mengatakan bahwa keputusan tersebut kemungkinan akan segera keluar dalam waktu dekat. Klub akan menghormati apapun hasil yang diberikan dan siap mengikuti prosedur yang berlaku.
