JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? Ini Makna Keberuntungan, Kekayaan, dan Doa di Baliknya

Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? Ini Makna Keberuntungan, Kekayaan, dan Doa di Baliknya
Jeruk Mandarin (Dok.  Canva) 


JawaUpdate.com - Saat perayaan Tahun Baru Imlek tiba, kamu pasti sering melihat banyak jeruk tersaji di rumah-rumah, toko, hingga tempat ibadah. Tapi, pernah nggak sih kamu bertanya, Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk?

Ternyata, kehadiran jeruk dalam perayaan Imlek bukan sekadar hiasan atau pelengkap hidangan. Di baliknya, tersimpan makna budaya dan filosofi yang sangat dalam. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Makna Jeruk dalam Tradisi Imlek

Dalam budaya Tionghoa, setiap makanan atau buah yang disajikan saat Imlek biasanya memiliki arti khusus. 

Mengutip informasi dari laman resmi Monash University Malaysia, hidangan Imlek dipilih bukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan nilai simbolis yang diyakini membawa kebaikan.

Salah satu yang paling sering ditemui adalah jeruk. Buah ini dianggap sebagai simbol penghormatan, doa, dan harapan baik bagi keluarga serta orang-orang terdekat.

Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk?

Ada beberapa alasan utama mengapa jeruk selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Berikut penjelasannya.

1. Jeruk sebagai Simbol Keberuntungan

Salah satu alasan utama Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? adalah karena buah ini dipercaya membawa keberuntungan.

Warna oranye pada jeruk menyerupai warna emas. Dalam budaya Tionghoa, emas melambangkan kemakmuran, kesuksesan, dan kesejahteraan. Karena itulah, jeruk sering dikaitkan dengan rezeki dan keberuntungan di tahun yang baru.

Selain itu, dalam bahasa Mandarin, kata jeruk terdengar mirip dengan kata 吉 (ji) yang berarti “beruntung”. Kesamaan bunyi inilah yang semakin menguatkan makna positif dari buah jeruk.

2. Jeruk sebagai Lambang Kekayaan

Saat Imlek, banyak orang saling memberi jeruk kepada keluarga, sahabat, atau tamu yang datang berkunjung. Tradisi ini bukan sekadar berbagi buah, tetapi juga menyampaikan doa.

Memberikan jeruk berarti mendoakan penerima agar hidupnya penuh kebahagiaan dan kemakmuran. Secara simbolis, kamu sedang “membagikan kekayaan” melalui jeruk yang kamu berikan.

Karena makna inilah, jeruk dianggap sebagai lambang rezeki dan kesejahteraan bagi pemiliknya.

3. Jeruk sebagai Wujud Doa dan Harapan Baik

Selain sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan, jeruk juga menjadi bentuk doa sederhana antar sesama.

Saat kamu memberikan jeruk kepada orang lain, itu berarti kamu sedang mendoakan agar mereka mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, dan keberhasilan di tahun yang baru. 

Begitu juga saat kamu menerima jeruk, itu menjadi tanda bahwa ada doa baik yang ditujukan untukmu. Tradisi saling bertukar jeruk ini mempererat hubungan keluarga dan memperkuat rasa kebersamaan saat Imlek.

Tradisi Jeruk dalam Kehidupan Masyarakat Tionghoa

Bagi masyarakat Tionghoa, jeruk bukan hanya buah biasa. Kehadirannya sudah menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga hingga sekarang.

Mulai dari diletakkan di meja tamu, altar, hingga dijadikan buah tangan saat berkunjung, jeruk selalu hadir dalam berbagai bentuk. Semua ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar tahun yang baru membawa lebih banyak berkah.

Jadi, sekarang kamu sudah tahu kenapa Imlek identik dengan Jeruk? Buah ini bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol keberuntungan, kekayaan, dan doa kebaikan. Warna emasnya melambangkan kemakmuran, bunyinya mencerminkan keberuntungan. 

Posting Komentar