Wajib Tahu! Pantangan Ibu Hamil dalam Adat Jawa yang Masih Dilestarikan hingga Sekarang
![]() |
| Ilustrasi ibu hamil (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Kehamilan adalah masa istimewa yang sangat dinanti oleh banyak pasangan. Pada fase ini, kesehatan ibu dan janin menjadi prioritas utama. Selain menjaga asupan gizi, ada pantangan ibu hamil dalam adat Jawa yang perlu dipahami.
Pantangan-pantangan ini diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Meski bersifat tradisional, banyak orang menganggapnya sebagai bentuk ikhtiar agar proses kehamilan dan persalinan lancar.
Daftar Pantangan Ibu Hamil dalam Adat Jawa
Dalam pandangan budaya Jawa, janin terutama pada usia kehamilan tertentu, dianggap masih rentan terhadap pengaruh buruk, baik secara fisik maupun nonfisik. Oleh karena itu, ibu hamil harus mematuhi beberapa pantangan seperti
1. Duduk di Depan Pintu
Salah satu pantangan ibu hamil dalam adat Jawa yang paling dikenal adalah larangan duduk di depan pintu. Posisi ini dipercaya dapat menghambat jalan lahir, sehingga membuat proses persalinan menjadi sulit dan menyakitkan.
Meski terdengar simbolis, nasihat ini sering dimaknai sebagai anjuran agar Kamu tidak terlalu lama duduk di posisi yang kurang nyaman bagi tubuh.
2. Mengecat Rambut dan Kuku
Mengecat rambut dianggap kurang baik bagi ibu hamil karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi janin.
Sementara itu, mengecat kuku juga dipercaya membawa dampak buruk meski secara medis tidak menembus kulit. Dalam konteks adat, larangan ini lebih menekankan pada kehati-hatian selama masa kehamilan.
3. Menghina atau Membenci Orang Lain
Budaya Jawa sangat menjunjung etika dan tutur kata. Ibu hamil dianjurkan untuk menjaga sikap dan ucapan, karena diyakini perilaku negatif dapat memengaruhi sifat anak kelak.
Jika Kamu sering menghina atau membenci orang lain, dipercaya anak yang lahir akan meniru perilaku tersebut.
4. Memburu dan Membunuh Binatang
Pantangan ibu hamil dalam adat Jawa berikutnya adalah larangan memburu atau membunuh hewan. Kepercayaan ini menyebutkan bahwa tindakan tersebut dapat berdampak pada kondisi fisik bayi, seperti cacat atau gangguan tertentu saat lahir.
Larangan ini juga mengajarkan nilai welas asih dan menghindari kekerasan selama masa kehamilan.
5. Keluar Rumah pada Malam Hari
Ibu hamil dianjurkan untuk tidak sering keluar rumah pada malam hari. Dalam kepercayaan tradisional, malam dianggap sebagai waktu rawan gangguan makhluk halus yang bisa mengganggu keselamatan ibu dan janin.
Meski bersifat mitos, anjuran ini sejalan dengan logika kesehatan karena malam hari umumnya lebih dingin dan melelahkan bagi tubuh ibu hamil.
6. Menjahit
Menjahit juga termasuk pantangan yang cukup dikenal. Aktivitas ini dipercaya dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi cacat.
Secara simbolis, menjahit dianggap sebagai “menyambung” sesuatu yang tidak seharusnya disambung selama kehamilan.
7. Menggaruk Perut Terlalu Keras
Perut gatal saat hamil adalah hal yang wajar akibat perubahan kulit. Namun dalam adat Jawa, ibu hamil dianjurkan untuk tidak menggaruk perut terlalu keras.
Hal ini dipercaya dapat menyebabkan janin mengalami lebam atau tanda tertentu saat lahir. Sebagai gantinya, Kamu bisa mengoleskan pelembap agar rasa gatal berkurang.
Sebagian besar pantangan ibu hamil dalam adat Jawa memang berakar dari kepercayaan dan mitos. Namun jika dipahami lebih dalam, banyak di antaranya mengandung pesan moral, serta kepedulian terhadap kesehatan ibu dan janin.
