Tak Kenal Mantan Bupati, Tukang Rosok di Ponorogo Dipanggil KPK
![]() |
| Tukang rosok yang dipanggil KPK (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Seorang tukang rosok asal Ponorogo mendadak menjadi sorotan setelah menerima surat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pria bernama Agus Umar Faruq Sya’Bani (50) itu dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko.
Agus merupakan warga Dukuh Jinontro, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis. Dalam kesehariannya, ia lebih dikenal dengan nama Sukijo, julukan yang justru lebih populer dibanding nama aslinya.
Nama tersebut terinspirasi dari tokoh Sunan Kalijaga yang ia kagumi, bahkan ia sematkan pada motor roda tiga yang digunakannya untuk berkeliling mencari barang rongsokan.
Panggilan dari KPK diterima Agus pada Minggu, 18 Januari 2026, melalui surat resmi yang dikirim ke rumahnya.
Tak hanya itu, ia juga mendapat pesan WhatsApp dari nomor yang mengaku sebagai petugas KPK.
Dalam panggilan tersebut, Agus diminta hadir untuk pemeriksaan pada Jumat, 23 Januari 2026, di KPPN Jalan Salak, Kota Madiun.
“Saya tambah bingung. Selain surat, kok ada panggilan lewat WhatsApp juga,” ujar Agus.
Agus mengaku kebingungan dengan pemanggilan tersebut. Pasalnya, ia merasa tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan Sugiri Sancoko.
Kebingungan Agus semakin bertambah ketika mendapati nama yang tercantum dalam surat panggilan bukan nama aslinya, melainkan nama panggilan Sukijo, meski alamat rumah tertulis dengan benar.
Menurutnya, lembaga sebesar KPK seharusnya bisa mencantumkan data identitas secara lebih akurat. Meski demikian, ia memilih tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Sebagai warga negara yang taat hukum, Agus memastikan akan tetap memenuhi panggilan tersebut. Ia berencana datang bersama Endar Riyanto, seorang aktivis LSM yang juga merupakan temannya.
Agus telah menekuni pekerjaan sebagai tukang rosok selama sekitar enam tahun terakhir. Sebelumnya, ia bekerja sebagai tukang cat mobil. Menurutnya, beralih ke usaha rosok justru membuat kehidupannya lebih baik.
Hingga kini, Agus mengaku belum mengetahui secara pasti alasan dirinya dipanggil oleh KPK. Ia hanya berniat datang, mendengarkan pertanyaan, dan memberikan jawaban apa adanya.
