JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Update Banjir dan Longsor di Sumut, 48 Meninggal Serta 88 Orang Masih Hilang

Update Banjir dan Longsor di Sumut, 48 Meninggal Serta 88 Orang Masih Hilang
Warga yang terdampak banjir di Sumut (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam empat hari terakhir meninggalkan duka mendalam. 

Hingga Kamis (27/11), aparat kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sedikitnya 48 orang telah meninggal dunia, sementara 88 lainnya masih dinyatakan hilang.

Data terbaru menunjukkan bahwa bencana ini berdampak luas di berbagai kabupaten/kota di Sumut. 

Korban meninggal dunia paling banyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan jumlah 17 orang. 

Selain itu, laporan korban jiwa juga datang dari Tapanuli Utara 9 orang, Tapanuli Tengah 4 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias Selatan 1 orang, Kota Sibolga 8 orang, Kota Padangsidimpuan 1 orang dan Humbang Hasundutan 5 orang (berdasarkan data BNPB)

Di Desa Batugodang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, longsor parah menimbun 12 rumah berisi 25 warga. Hingga Kamis sore, baru 5 korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebutkan ada 221 kejadian bencana yang tercatat dalam beberapa hari terakhir. 

Rentetan bencana tersebut mencakup tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga puting beliung yang tersebar di 12 kabupaten/kota.

Selain puluhan korban tewas dan hilang, terdapat 81 warga yang mengalami luka-luka dan 1.168 orang terpaksa mengungsi ke lokasi aman.

Polda Sumut bersama polres di berbagai wilayah terus melakukan upaya tanggap darurat. Sejumlah langkah yang dilakukan di antaranya, Personel Samapta dan Brimob diterjunkan untuk membersihkan jalan yang tertutup material longsor serta mendukung operasi SAR.

Tim medis dari Dokkes Polri memberikan perawatan kepada warga yang terluka atau terdampak bencana. Bidang Teknologi Informasi Kepolisian (TIK) mengaktifkan jaringan Starlink di daerah yang mengalami putus komunikasi total.

Petugas lalu lintas ditempatkan di titik-titik yang akses jalannya terhambat akibat longsor dan banjir. 

Sementara itu, upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan secara intensif, terutama di wilayah yang masih terisolasi.

Posting Komentar