JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tugboat TB MT20 1301 Tenggelam di Perairan Bawean, 8 ABK Bertahan di Atas Tongkang yang Hanyut

Tugboat TB MT20 1301 Tenggelam di Perairan Bawean, 8 ABK Bertahan di Atas Tongkang yang Hanyut
Tugboat TB MT20 1301 yang terbalik di pulau Bawean (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Tugboat TB MT20 1301 milik PT Dharmalancar Sejahtera dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. 

Kapal tersebut diduga mengalami kecelakaan setelah diterjang gelombang tinggi ketika kondisi cuaca sedang buruk.

Insiden itu terjadi pada Minggu (13/9) sore. Saat kejadian, TB MT20 1301 sedang menarik tongkang M80 1301 dalam perjalanan dari Rembang menuju Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Lokasi tenggelamnya tugboat berada sekitar 15 mil laut dari Pulau Bawean. Meski kapal utama tenggelam, seluruh delapan anak buah kapal (ABK) dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dan kemudian bertahan di atas tongkang yang ditarik sebelumnya.

Kondisi para ABK sempat diketahui setelah mereka ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. 

Kapal tersebut memberikan makanan kepada para ABK, tetapi tidak dapat membantu menarik maupun membawa tugboat yang mengalami kecelakaan.

Kasatpolairud Polres Gresik AKP Nyoman Ardita membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, delapan ABK masih berada di atas tongkang M80 1301.

Situasi kemudian menjadi lebih sulit karena jangkar tongkang tersebut dilaporkan putus. Akibatnya, tongkang terus hanyut mengikuti kondisi arus dan perairan di sekitar Bawean.

Laporan mengenai tenggelamnya TB MT20 1301 langsung ditindaklanjuti petugas gabungan. 

Satpolairud Polres Gresik, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Bawean, Kamladu, dan Basarnas terlibat dalam upaya pencarian serta penanganan insiden tersebut.

Sejumlah nelayan yang berada di sekitar perairan Bawean juga ikut membantu proses pencarian.

Petugas KUPP Kelas III Bawean, Irawan, mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Basarnas, untuk menangani kondisi tersebut.

Basarnas kemudian mengerahkan KN SAR Permadi SAR 249 menuju wilayah Bawean. Kapal tersebut diperkirakan tiba sekitar pukul 16.30 WIB untuk mendukung operasi pencarian.

Dugaan sementara menyebut TB MT20 1301 tenggelam setelah dihantam gelombang besar ketika cuaca buruk melanda perairan Bawean.

Berdasarkan prakiraan BMKG Bawean dan Tanjung Perak yang menjadi acuan sementara, tinggi gelombang di kawasan perairan tersebut berada pada kisaran 1,5 hingga 2,5 meter.

Kondisi laut tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat tugboat mengalami masalah hingga akhirnya tenggelam.

Hingga Senin (14/9/2026), proses pencarian dan penanganan masih dilakukan oleh petugas gabungan. 

Delapan ABK yang selamat diketahui masih berada di atas tongkang M80 1301 yang hanyut setelah kehilangan jangkarnya.

Petugas masih berkoordinasi untuk memastikan keselamatan para ABK sekaligus menangani keberadaan tongkang yang terus bergerak di perairan sekitar Pulau Bawean.

Posting Komentar