Hari Ini Segel Kampus UINSA Dibuka, Mahasiswa Justru Blokade Gedung Rektorat
![]() |
| UINSA yang disegel mahasiswa (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berencana membuka segel yang sebelumnya dipasang di sejumlah area kampus pada Senin, 28 September 2026.
Pembukaan segel tersebut berlaku untuk dua lokasi UINSA, yakni kampus utama di Jalan Ahmad Yani dan kampus 2 yang berada di Jalan Gunung Anyar.
Keputusan itu diambil setelah mahasiswa mempertimbangkan kebutuhan sejumlah fakultas yang masih harus menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium.
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana alias Ale, menjelaskan bahwa beberapa fakultas seperti Kedokteran, Teknik, dan Psikologi membutuhkan akses ke fasilitas laboratorium.
"Kami akan membuka segel itu besok, mungkin mulai pagi sudah kami buka dan akan dialihkan ke Gedung Rektorat. Dua kampus sekaligus," kata Ale.
Selain kegiatan praktikum, terdapat pula bahan kimia di sejumlah laboratorium yang membutuhkan pengawasan secara rutin.
Karena itu, menurut Ale, penyegelan seluruh area kampus dalam waktu lama justru dapat menyulitkan proses pemantauan dan pengamanan bahan-bahan tersebut.
Mahasiswa kemudian memutuskan untuk memindahkan titik aksi dari seluruh kawasan kampus menuju gedung rektorat UINSA.
Dengan skema tersebut, aktivitas di lingkungan kampus dapat kembali berjalan, sementara gedung rektorat tetap menjadi lokasi blokade mahasiswa.
Gedung rektorat akan ditutup dan seluruh akses menuju bangunan tersebut dibatasi oleh mahasiswa.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pengawalan mahasiswa terhadap proses penentuan rektor definitif UINSA.
DEMA UINSA sebelumnya telah melakukan penyegelan di kampus Jalan Ahmad Yani dan kampus 2 Jalan Gunung Anyar sejak Senin, 21 September 2026.
Jika segel dibuka pada Senin, 28 September 2026, maka aksi penyegelan kedua kampus tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan.
Selama aksi berlangsung, mahasiswa menyebut kegiatan perkuliahan tetap dapat berjalan meskipun terdapat pembatasan akses menuju sejumlah area kampus.
Tenaga pendidik juga masih diperbolehkan masuk ke lingkungan kampus dengan menggunakan akses alternatif melalui pintu belakang.
Setelah segel dibuka, mahasiswa akan memusatkan aksi di gedung rektorat hingga terdapat kepastian mengenai rektor definitif UINSA.
Dengan demikian, pembukaan segel bukan berarti aksi mahasiswa berakhir, melainkan titik konsentrasi aksi dipindahkan ke gedung yang berkaitan langsung dengan tuntutan mereka.
