Guru SD di Medan Diduga Pukul 10 Siswa karena Tak Kerjakan PR, Kini Mengundurkan Diri
![]() |
| Salah satu guru SD di Medan diduga menganiaya 10 siswa (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Seorang guru di SD Negeri Medan berinisial DAL menjadi sorotan setelah diduga melakukan kekerasan terhadap 10 siswa. Peristiwa tersebut disebut terjadi karena para siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Kasus ini kemudian dilaporkan oleh orang tua siswa kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan. Setelah kejadian tersebut, DAL tidak lagi menjalankan kegiatan mengajar seperti biasa.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono, mengatakan pihaknya sempat meminta guru tersebut untuk tidak mengajar terlebih dahulu.
Menurutnya, DAL kemudian memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya. Keputusan tersebut diambil atas kemauan yang bersangkutan dan bukan karena adanya paksaan dari pihak Disdik.
"Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono.
Sebelumnya, guru tersebut diminta menjalankan tugas piket selama proses penanganan kasus. Langkah itu dilakukan setelah adanya laporan terkait dugaan kekerasan terhadap para siswa.
Disdik Medan juga telah berupaya mempertemukan pihak sekolah dengan orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pertemuan mediasi dijadwalkan pada Selasa (1/9/2026). Namun, orang tua siswa disebut tidak hadir dalam agenda tersebut meski telah dihubungi oleh pihak Disdik.
Mujiono mengatakan pihaknya telah meminta kepala sekolah dan wali kelas untuk menghubungi orang tua siswa agar proses mediasi dapat dilakukan. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena orang tua memilih tidak datang ke pertemuan.
"Sudah kita panggil semuanya untuk mediasi. Namun orangtua memilih untuk tidak mau datang. Sudah dibilang, sudah ditelepon juga orang tua, sudah kita panggilkan Kepala Sekolah dan wali-wali kelas, namun tetap tidak mau hadir mereka," ungkap Muji.
Meskipun proses mediasi tidak berlangsung, Mujiono menyebut orang tua siswa telah memaafkan kejadian tersebut.
Aktivitas belajar mengajar di SDN 060807 Medan juga disebut sudah berjalan normal. Disdik tetap memberikan teguran kepada pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kepala sekolah mendapatkan surat peringatan sebagai bagian dari evaluasi administrasi dan pengawasan terhadap kegiatan di sekolah.
Disdik Medan berharap kasus tersebut menjadi bahan evaluasi agar seluruh tenaga pendidik dapat menjalankan tugas dengan baik serta menjaga keamanan dan kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
