Gunung Semeru Erupsi Lagi, Suara Dentuman Keras Terekam CCTV
![]() |
| Rekaman CCTV yang memperlihatkan erupsi gunung Semeru (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin malam (28/9), dengan suara dentuman yang terdengar cukup keras dan terekam melalui kamera pemantau di sekitar kawasan gunung api tersebut.
Erupsi terjadi sekitar pukul 21.01 WIB, sedangkan suara dentuman tercatat terdengar dari arah kawah sekitar satu menit kemudian.
Rekaman kamera pemantau menunjukkan adanya suara dentuman yang muncul bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Semeru.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, membenarkan bahwa suara tersebut berkaitan dengan aktivitas erupsi.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini ± 2 menit 9 detik," demikian laporan resmi PVMBG yang didapatkan.
Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi kali ini menghasilkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak.
Dengan demikian, tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 4.276 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak menuju arah barat daya. Saat ini, Gunung Semeru masih berada dalam Status Level III atau Siaga.
Masyarakat diminta mengikuti seluruh arahan dari petugas serta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.
Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan.
Aktivitas masyarakat dilarang dilakukan hingga jarak 13 kilometer dari puncak melalui jalur Besuk Kobokan.
Di luar batas tersebut, masyarakat juga diminta menjauh setidaknya 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena masih terdapat ancaman awan panas dan aliran lahar.
Potensi bahaya tersebut dapat mencapai jarak hingga sekitar 17 kilometer. Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Area tersebut dinilai rawan terkena lontaran batu pijar akibat aktivitas vulkanik. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Beberapa jalur sungai yang perlu diperhatikan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sejumlah anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar masih menjadi ancaman yang perlu diantisipasi selama aktivitas Gunung Semeru berlangsung.
