Usai KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, AHY Pastikan Pemerintah Lakukan Investigasi dan Evaluasi Keselamatan Pelayaran
![]() |
| KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Musibah kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi perhatian serius pemerintah.
Insiden yang terjadi saat kapal mengangkut ratusan penumpang tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, menyampaikan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak kabar kebakaran diterima.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang diperlukan sekaligus mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Menurut AHY, berdasarkan laporan awal yang diterimanya, proses evakuasi berlangsung dengan baik berkat kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Basarnas, serta kapal-kapal patroli yang diterjunkan ke lokasi.
Seluruh penumpang yang berhasil ditemukan telah dievakuasi ke tempat yang aman untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
"Saya sudah mendapatkan laporan singkat tadi. Secara umum, pertama, Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sudah menyampaikan bahwa semua telah berhasil dievakuasi, bekerja sama dengan tim SAR, kapal-kapal patroli, dan mudah-mudahan semuanya dalam kondisi yang membaik dan sehat," ujar AHY di Bangkalan, Minggu (2/8).
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Respons cepat berbagai instansi dinilai mampu menekan jumlah korban dan mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi darurat di laut.
Meski proses penyelamatan telah selesai dilakukan, pemerintah menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah melakukan investigasi secara menyeluruh.
Penyelidikan diperlukan agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
AHY menjelaskan bahwa informasi awal menunjukkan kapal tersebut telah memenuhi persyaratan untuk berlayar.
Selain itu, data manifes penumpang juga disebut sesuai dengan daftar yang dimiliki operator kapal. Kendati demikian, seluruh aspek teknis tetap akan diperiksa secara rinci selama proses investigasi berlangsung.
Tidak hanya kondisi kapal, faktor cuaca juga akan menjadi salah satu fokus pemeriksaan.
Pemerintah ingin memastikan apakah kondisi alam turut berpengaruh terhadap insiden tersebut atau justru terdapat faktor lain, seperti gangguan teknis maupun kesalahan operasional.
Proses investigasi akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai lembaga yang berwenang menangani penyelidikan kecelakaan transportasi.
AHY meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya penerapan prinsip keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan laut.
Menurutnya, seluruh prosedur operasional harus dijalankan secara disiplin, mulai dari pemeriksaan kelayakan kapal, kesiapan awak kapal, kelengkapan alat keselamatan, hingga pemantauan kondisi cuaca sebelum kapal diberangkatkan.
Pemerintah, lanjut AHY, terus berupaya memperkuat sistem mitigasi risiko agar potensi kecelakaan dapat dideteksi lebih dini.
Selain memastikan seluruh armada berada dalam kondisi layak beroperasi, pemerintah juga mendorong program peremajaan kapal guna meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan transportasi laut nasional.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai penghubung antardaerah maupun jalur distribusi logistik.
AHY berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran di Indonesia.
Apabila ditemukan adanya kelemahan prosedur atau unsur kelalaian, pemerintah akan mengambil langkah perbaikan agar standar keselamatan semakin baik di masa mendatang.
Berdasarkan data terbaru dari tim SAR, jumlah korban meninggal akibat kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 mencapai lima orang.
Sementara itu, sebanyak 227 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pemerintah memastikan penanganan terhadap para korban terus dilakukan sembari menunggu hasil investigasi resmi mengenai penyebab insiden tersebut.
