Sering Dikira Sehat, 7 Makanan Ini Ternyata Bisa jadi Pemicu Asam Urat
![]() |
| Makanan pemicu asam urat (Dok. Canva) |
JawaUpdate.com - Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal di sekitar persendian. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, bengkak, dan rasa tidak nyaman. Karena itu, hindari makanan pemicu asam urat.
Purin merupakan senyawa yang secara alami terdapat dalam berbagai makanan. Ketika purin dipecah oleh tubuh, zat tersebut akan menghasilkan asam urat. Jika jumlahnya terlalu banyak atau tubuh kesulitan membuangnya, kadar asam urat dapat meningkat.
7 Makanan Pemicu Asam Urat
Kamu perlu memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, terutama jika pernah mengalami keluhan asam urat. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
1. Bayam
Bayam dikenal sebagai sayuran yang kaya serat, zat besi, serta berbagai nutrisi lainnya. Sayuran ini juga sering menjadi pilihan bagi kamu yang sedang menjaga berat badan karena relatif rendah kalori.
Namun, bayam tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar jika kamu memiliki masalah dengan asam urat. Pasalnya, sayuran ini mengandung purin. Dalam setiap 100 gram bayam, terdapat sekitar 57 mg purin.
Bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari bayam. Konsumsi dalam porsi yang sesuai dan tetap imbangi dengan makanan bergizi lainnya.
2. Brokoli
Brokoli juga termasuk sayuran yang memiliki kandungan purin. Dalam 100 gram brokoli terdapat sekitar 81 mg purin.
Meski demikian, brokoli memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti vitamin C, vitamin K, serat, dan antioksidan. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu langsung menghilangkan brokoli dari menu harian.
Jika sedang berusaha mengontrol kadar asam urat, perhatikan porsinya dan hindari mengonsumsi berbagai makanan tinggi purin secara bersamaan.
3. Kismis
Kismis merupakan buah anggur yang telah dikeringkan dan biasanya digunakan sebagai campuran roti, kue, maupun makanan ringan. Rasanya yang manis membuat kismis mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Namun, kamu tetap perlu memperhatikan porsinya. Dalam 100 gram kismis terdapat sekitar 107 mg purin.
Selain mengandung sejumlah mineral dan vitamin, kismis juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Jadi, konsumsilah secukupnya agar asupan harian tetap seimbang.
4. Pisang
Pisang merupakan buah yang mudah ditemukan dan mengandung berbagai nutrisi, termasuk kalium. Buah ini juga cukup mengenyangkan sehingga sering dijadikan pilihan untuk camilan.
Pisang mengandung sekitar 57 mg purin per 100 gram. Jumlah tersebut tergolong tidak terlalu tinggi sehingga kamu tidak harus menghindari pisang sepenuhnya.
Meski begitu, tetap perhatikan jumlah yang dikonsumsi. Pola makan yang seimbang menjadi bagian penting dalam membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali.
5. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan dan berbagai produk olahannya juga perlu diperhatikan oleh kamu yang sedang mengontrol asam urat. Beberapa jenis kacang memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.
Makanan berbahan dasar kacang seperti tahu dan tempe juga kerap dianggap harus dihindari oleh penderita asam urat. Padahal, bukan berarti semua makanan tersebut harus dihilangkan dari menu.
Yang lebih penting adalah memperhatikan jenis, jumlah, dan frekuensi konsumsinya. Hindari mengonsumsi makanan tinggi purin dalam jumlah berlebihan, terutama jika kadar asam urat sedang meningkat.
6. Daging Ayam
Daging ayam menjadi sumber protein yang banyak dikonsumsi sehari-hari. Selain protein, ayam juga mengandung sejumlah nutrisi seperti vitamin B3 dan selenium.
Namun, daging ayam tetap mengandung purin. Dalam 100 gram daging ayam, kandungannya dapat mencapai sekitar 170 mg.
Jika kamu memiliki masalah asam urat, sebaiknya konsumsi daging ayam tidak berlebihan. Perhatikan pula cara pengolahannya dan pilih makanan pendamping yang lebih rendah purin agar pola makan tetap seimbang.
7. Daging Sapi
Daging sapi mengandung protein, zat besi, vitamin B6, selenium, dan zinc yang dibutuhkan tubuh. Namun, makanan ini juga termasuk sumber purin yang perlu dibatasi jika kamu sedang menjaga kadar asam urat.
Dalam 100 gram daging sapi terdapat sekitar 133 mg purin. Konsumsi daging sapi secara berlebihan dapat membuat asupan purin harian menjadi tinggi, terutama jika disertai makanan tinggi purin lainnya.
Karena itu, kamu bisa mengatur porsinya dan tidak menjadikan daging merah sebagai satu-satunya sumber protein dalam menu sehari-hari.
Pada dasarnya, memiliki asam urat bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsi makanan tertentu sama sekali. Kamu hanya perlu mengurangi makanan pemicu asam urat agar penyakit tak kambuh.
