JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rekening Koordinator AMPB Diblokir, Dana Donasi Rp80,9 Juta untuk Aksi di DPR Ikut Tertahan

Rekening Koordinator AMPB Diblokir, Dana Donasi Rp80,9 Juta untuk Aksi di DPR Ikut Tertahan
Koordinator AMPB, Supriyono (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mengungkapkan rekening Bank Mandiri miliknya diblokir ketika dirinya bersama massa AMPB berada di Jakarta untuk mengikuti aksi di depan Gedung DPR RI.

Rekening tersebut disebut memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta. Menurut Botok, uang itu berasal dari dana pribadi serta donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk membiayai kebutuhan selama massa AMPB berada di Jakarta.

Pemblokiran rekening tersebut diketahui terjadi pada Jumat (21/8/2026), ketika massa AMPB menggelar aksi di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.

Botok mengatakan dirinya baru mengetahui rekening tersebut tidak dapat digunakan di tengah kegiatan aksi. Selain rekening bank, sejumlah akun media sosial miliknya juga disebut mengalami masalah.

Botok menjelaskan, dana yang tersimpan di rekening tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional massa dari Pati yang datang ke Jakarta.

Jumlahnya mencapai lebih dari Rp80 juta. Sebagian dana merupakan uang miliknya sendiri, sedangkan sebagian lainnya berasal dari sumbangan masyarakat yang diberikan untuk membantu kebutuhan peserta aksi.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan logistik menjadi lebih sulit. Massa yang datang dari Pati akhirnya mengandalkan bantuan dari masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Botok menyebut warga Jakarta turut memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada para peserta aksi.

"Ya nanti kita sak mlaku-mlakune lah (sejalan-jalannya/mengalir saja)," ujarnya saat ditanya soal bagaimana memenuhi kebutuhan logistik peserta aksi dari Pati.

Tidak hanya rekening bank, Botok mengaku akun TikTok miliknya juga tidak dapat digunakan. Ia menyebut beberapa akun milik rekan-rekannya dari Pati mengalami hal serupa.

Menurut Botok, pemblokiran rekening dan gangguan terhadap akun media sosial tersebut terjadi ketika mereka sedang berada di Jakarta.

Ia mengaku kecewa dengan kondisi tersebut karena menurutnya massa AMPB datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan melakukan tindakan kriminal.

Botok juga meminta pemerintah memperhatikan situasi yang dialami kelompoknya. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto mengetahui persoalan tersebut.

Botok menegaskan kedatangan massa AMPB ke Jakarta tidak bertujuan membuat kerusuhan. Ia mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan dan mengawal aspirasi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa peserta aksi berupaya menjaga kegiatan tetap berlangsung secara tertib dan damai.

Menurutnya, massa AMPB datang membawa sejumlah aspirasi, termasuk mengenai rancangan aturan tentang perampasan aset hasil korupsi serta tuntutan terkait hukuman bagi pelaku korupsi.

Botok menilai pemblokiran rekening membuat pihaknya merasa mendapat tekanan. Meski begitu, ia memastikan massa AMPB tetap berusaha menjalankan kegiatan sesuai aturan.

Terkait keberadaan massa di sekitar Gedung DPR RI, Botok memastikan AMPB tidak memiliki rencana untuk mendirikan tempat camping dan bermalam di lokasi tersebut.

Ia mengatakan kegiatan penyampaian pendapat akan dilakukan pada jam yang telah ditentukan. Massa rencananya beraktivitas mulai pagi hingga sore atau paling lambat sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut Botok, langkah tersebut dilakukan agar aksi tetap mengikuti ketentuan mengenai penyampaian pendapat di muka umum.

Sebelumnya, massa AMPB telah tiba di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Mereka kemudian membuka posko di depan Gedung DPR RI. Posko tersebut disiapkan menjelang aksi yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026.

Kedatangan rombongan dari Pati ke Jakarta menjadi bagian dari rencana mereka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. 

Di tengah persiapan tersebut, Botok mengatakan persoalan pemblokiran rekening menjadi kendala karena dana yang tersimpan di dalamnya turut digunakan untuk memenuhi kebutuhan massa selama berada di Ibu Kota.

Posting Komentar