JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Asap Pabrik Ganggu Penghuni Rusunawa Pucang Sidoarjo, Pemkab Turun Tangan

Asap Pabrik Ganggu Penghuni Rusunawa Pucang Sidoarjo, Pemkab Turun Tangan
Pemkab turun tangan tinjau Rusunawa yang terdampak asap pabrik (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Penghuni Rusunawa Pucang, Kabupaten Sidoarjo, mengeluhkan kondisi tempat tinggal mereka. 

Selain sejumlah fasilitas yang dinilai membutuhkan perbaikan, warga juga terganggu oleh asap dan bau yang diduga berasal dari aktivitas industri di sekitar rusun.

Salah satu penghuni, Demi (32), mengatakan asap tersebut kerap masuk ke lingkungan rusunawa ketika terbawa angin. Warga mengaku merasakan tenggorokan tidak nyaman, mata perih hingga gangguan pernapasan.

"Asapnya terasa pahit, tenggorokan juga terasa terganggu. Kalau masuk ke rusun, mata terasa perih dan ada yang sampai sesak napas," kata Demi kepada wartawan di lokasi, Senin (10/8). 

Menurut Demi, warga tidak keberatan dengan aktivitas pabrik selama tidak mengganggu kenyamanan dan kesehatan penghuni. Ia berharap pembuangan asap dilakukan dengan sistem yang lebih baik agar tidak langsung mengarah ke permukiman.

Keluhan warga juga berkaitan dengan kondisi sanitasi. Sejumlah saluran air disebut mengalami penyumbatan sehingga aliran menjadi tidak lancar. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu berkembangnya nyamuk.

"Kalau saluran got banyak yang tersumbat, air tidak lancar. Nyamuk juga banyak. Ada yang kena DBD sampai masuk ICU. Sementara itu pasokan air bersih dari PDAM hingga kini masih berjalan dengan baik," terang Demi.

Persoalan tersebut turut ditemukan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat melakukan inspeksi ke Rusunawa Pucang. Ia melihat beberapa bagian bangunan mengalami kebocoran serta fasilitas dan kebersihan yang masih perlu dibenahi.

Rusunawa Pucang diketahui memiliki 97 kamar dengan tingkat hunian sekitar 85 persen. Mimik menilai pembayaran sewa dari penghuni harus diimbangi dengan pelayanan serta pemeliharaan fasilitas yang memadai.

Ia meminta sejumlah kebutuhan seperti kebersihan, penerangan, keamanan, CCTV, dan perbaikan bangunan segera menjadi perhatian pemerintah daerah.

Terkait keluhan asap, Pemkab Sidoarjo berencana mengecek langsung sumbernya bersama instansi terkait.

Sementara itu, HRD PT Sekar Laut, Haryanto, menyatakan pihak perusahaan terbuka untuk melakukan pemeriksaan bersama warga dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, sumber gangguan perlu dipastikan melalui pengecekan di lapangan.

Haryanto menjelaskan perusahaan menggunakan gas dan batu bara sebagai bahan bakar. Ketika pasokan gas terganggu, batu bara digunakan sebagai alternatif. 

Ia mengakui penggunaan batu bara berpotensi menimbulkan asap dan bau yang kemudian dikeluhkan warga.

Perusahaan juga berencana melakukan pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kondisi udara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Posting Komentar