Arisan Bodong Libatkan Selebgram Diusut Polda Jatim, Korban Disebut dari Bali hingga Surabaya

Korban arisan bodong (Dok. Ist)
JawaUpdate.com - Kasus dugaan penipuan berkedok arisan kembali menjadi perhatian di Jawa Timur. Kali ini, praktik arisan yang diduga bermasalah tersebut disebut melibatkan seorang selebgram dalam kegiatan promosinya.
Dugaan kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Polda Jawa Timur. Sejumlah orang yang merasa menjadi korban disebut telah membuat laporan kepada kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, arisan tersebut diduga menawarkan keuntungan dalam jumlah besar kepada peserta dalam jangka waktu tertentu.
Tawaran keuntungan yang menggiurkan itu diduga menjadi salah satu cara untuk menarik masyarakat agar bersedia mengikuti arisan.
Tak hanya menjanjikan keuntungan tinggi, pihak penyelenggara juga disebut menggunakan sejumlah cara untuk membangun kepercayaan calon peserta.
Salah satunya dengan membawa nama pengacara atau kuasa hukum dalam aktivitas yang berkaitan dengan arisan tersebut.
Penggunaan sosok yang dianggap memiliki pemahaman hukum itu diduga membuat calon peserta merasa lebih yakin dan tidak terlalu khawatir untuk bergabung.
Selain itu, gaya hidup mewah juga disebut menjadi bagian dari cara promosi arisan tersebut. Sejumlah aktivitas yang menunjukkan kemewahan atau flexing diduga digunakan untuk memberikan kesan bahwa bisnis yang menghasilkan keuntungan.
Namun, kondisi berubah setelah sejumlah peserta mengaku mengalami kerugian. Laporan dugaan penipuan tersebut kemudian muncul dari beberapa wilayah, mulai dari Bali hingga Surabaya.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur Kombes Bimo Ariyanto membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani laporan terkait dugaan arisan bodong tersebut.
Menurut Bimo, proses penyelidikan sudah dilakukan. Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
"Benar, Mas, laporan sudah kami tindaklanjuti. Para terlapor dan para saksi juga telah kami periksa. Dalam waktu dekat akan kami sampaikan perkembangannya," kata Bimo.
Pemeriksaan terhadap terlapor dan sejumlah saksi dilakukan untuk mendalami bagaimana sistem arisan tersebut berjalan. Polisi juga masih mengumpulkan informasi mengenai pihak-pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.
Polda Jatim memastikan penanganan kasus tersebut masih berlanjut. Bimo menyebut polisi dalam waktu dekat akan mengamankan tersangka dalam perkara dugaan arisan bodong tersebut.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka.
Peran masing-masing pihak yang terlibat juga masih dalam proses pendalaman. Begitu pula dengan motif dugaan penipuan serta jumlah peserta yang mengalami kerugian.
Polisi masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti sebelum menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.
Dengan adanya laporan dari sejumlah korban, kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Masyarakat yang mengikuti arisan atau investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan memastikan legalitas penyelenggara sebelum menyerahkan uang.