Listrik Padam Berulang, Peternak Ayam di Palangka Raya Bawa Bangkai Ternak ke Kantor PLN
![]() |
| Warga saat melakukan demo di depan kantor PLN (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi berulang kali di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menuai keluhan dari para peternak ayam broiler.
Gangguan pasokan listrik tersebut dinilai memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan usaha peternakan, terutama bagi kandang ayam dengan sistem modern.
Keluhan itu disampaikan melalui aksi demonstrasi yang digelar di Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam aksi tersebut, peternak yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membawa sejumlah bangkai ayam sebagai bentuk protes sekaligus gambaran kerugian yang mereka alami.
Para peternak meminta PLN memberikan penjelasan mengenai pemadaman yang terjadi serta memastikan pelayanan listrik dapat berjalan lebih stabil.
Mereka menilai pasokan listrik sangat penting bagi operasional kandang ayam broiler, khususnya jenis kandang tertutup atau close house.
Salah seorang peternak, Satrio (35), menjelaskan bahwa listrik menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kandang tetap aman bagi ayam. Kandang close house mengandalkan blower untuk mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan.
Ketika listrik padam, blower otomatis berhenti beroperasi. Kondisi tersebut membuat sirkulasi udara terganggu dan dapat meningkatkan risiko kematian ayam apabila pemadaman berlangsung dalam waktu cukup lama.
“Listrik itu nyawa buat ayam. Kami memang punya genset, tapi hanya untuk cadangan. Kalau padamnya lama dan tanpa jadwal yang jelas, genset juga tidak sanggup bekerja terus-menerus,” ujarnya.
Menurutnya, bangkai ayam yang dibawa ke lokasi aksi bukan sekadar simbol. Bangkai tersebut merupakan bagian dari ternak yang mati setelah pasokan listrik terganggu.
Peternak mengaku kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi mereka. Karena itu, mereka meminta adanya perhatian serius terhadap persoalan kelistrikan yang dinilai berhubungan langsung dengan keberlangsungan bisnis peternakan.
Selain menuntut perbaikan kualitas pelayanan, massa juga meminta PLN memberikan kepastian terkait jadwal pemadaman.
Informasi yang jelas dinilai penting agar peternak dapat mempersiapkan sumber listrik cadangan dan mengantisipasi kemungkinan risiko terhadap ternak.
Aksi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya tersebut juga menjadi kelanjutan dari demonstrasi yang dilakukan sehari sebelumnya.
Massa kembali mendatangi kantor PLN untuk menyampaikan keresahan mereka terkait pemadaman listrik yang terus terjadi.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga berharap dapat bertemu langsung dengan pimpinan PLN UP3 Palangka Raya. Namun, hingga aksi berlangsung, massa belum bertemu dengan pimpinan yang mereka tuju.
Peternak hanya ditemui oleh aparat kepolisian serta perwakilan serikat pekerja PLN. Kondisi itu membuat massa tetap menyampaikan tuntutan mereka terkait kepastian pasokan listrik dan dampak pemadaman terhadap usaha peternakan
Para peternak berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi. Mereka menilai keandalan listrik bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik secara terus-menerus.
Dengan membawa bangkai ayam dalam aksi, peternak ingin menunjukkan secara langsung dampak yang mereka rasakan akibat gangguan listrik.
Mereka berharap PLN dapat meningkatkan keandalan jaringan sekaligus memberikan informasi yang lebih jelas apabila pemadaman memang harus dilakukan.
