JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rembesan Tanggul Lumpur Lapindo di Sidoarjo Makin Deras, Warga Kembali Diliputi Kekhawatiran

Rembesan Tanggul Lumpur Lapindo di Sidoarjo Makin Deras, Warga Kembali Diliputi Kekhawatiran
Rembesan tanggul lumpur (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Rembesan air pada tanggul penahan lumpur Lapindo di Sidoarjo kembali menjadi perhatian warga. 

Titik yang berada di area 68, tepat di perbatasan Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dan Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan mengalami peningkatan aliran air dalam beberapa pekan terakhir.

Warga sekitar menyebutkan bahwa volume air yang keluar dari tubuh tanggul semakin besar dibandingkan kondisi sebelumnya. 

Air tersebut terlihat mengalir dari bagian tanggul menuju saluran sungai kecil di bawahnya, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut.

Untuk mengurangi tekanan air di kolam penampungan lumpur, pihak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo disebut telah melakukan sejumlah langkah teknis, termasuk membangun saluran pembuangan menyerupai gorong-gorong di beberapa titik.

Salah satu warga Dusun Pologunting, Sukadi, mengatakan kondisi rembesan saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. 

Ia menyebut, jika dulu hanya bagian bawah tanggul yang tampak basah, kini air sudah mengalir lebih deras ke arah sungai kecil di sekitar lokasi.

"Kalau dilihat sekarang rembesannya semakin besar. Dulu hanya basah di bagian bawah tanggul, sekarang airnya sudah mengalir cukup deras ke sungai kecil," kata Sukadi. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga kembali merasa khawatir. Apalagi, pada 2009 lalu, tanggul di titik yang sama pernah mengalami jebol yang menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi.

"Dulu sekitar tahun 2009 tanggul ini pernah jebol. Waktu itu banyak warga dari dua desa yang harus mengungsi. Makanya sekarang kalau melihat rembesan seperti ini warga menjadi was-was," ujarnya

Selain itu, warga juga mengingat bahwa setelah kejadian tersebut, tanggul sempat diperkuat menggunakan bronjong kawat. 

Namun, meski sudah dilakukan penguatan, rembesan air yang muncul kembali saat ini tetap menimbulkan rasa cemas di tengah masyarakat.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya, Matroji. Ia menilai aliran air yang terus keluar dari tanggul perlu segera mendapatkan perhatian serius agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa minggu. Awalnya hanya berupa tanah yang lembap di bagian bawah tanggul, namun kini berkembang menjadi aliran air yang terus mengalir.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil langkah penanganan yang tepat. 

Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat kembali memunculkan risiko seperti yang pernah terjadi di masa lalu, mengingat lokasi tersebut berada dekat dengan permukiman penduduk.

Hingga kini, aktivitas pemantauan di sekitar masih terus dilakukan, sementara warga tetap diminta waspada terhadap perubahan kondisi di lapan

Posting Komentar