Korban Gempa Venezuela Bertambah jadi 589 Jiwa, PBB Kerahkan Tim Penyelamat Internasional
![]() |
| Gempa bumi Venezuela (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah.
Hingga Jumat (26/6), pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 589 orang meninggal dunia, sementara 2.980 lainnya mengalami luka-luka.
Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy RodrÃguez, mengatakan proses pencarian korban masih berlangsung.
Pemerintah mengerahkan berbagai upaya untuk menyelamatkan warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Meski demikian, terdapat perbedaan data mengenai jumlah korban luka. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado menyebut korban luka telah melampaui 4.300 orang, lebih tinggi dibandingkan angka yang disampaikan RodrÃguez.
Pemerintah Venezuela juga menetapkan La Guaira, wilayah pesisir di utara Caracas, sebagai daerah yang mendapat pengamanan militer. Kawasan tersebut menjadi lokasi dengan kerusakan paling parah setelah diguncang gempa pada Rabu.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedikitnya 100 bangunan roboh, termasuk sejumlah apartemen bertingkat yang mengalami kerusakan berat.
Untuk mempercepat proses evakuasi, komunitas internasional turut memberikan bantuan. PBB menyebut tim pencarian dan penyelamatan dari sedikitnya 17 negara telah dikerahkan menuju Venezuela.
Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, mengatakan pengiriman tim penyelamat menjadi fokus utama dalam penanganan bencana tersebut.
Ia menilai gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling menghancurkan karena dapat meluluhlantakkan suatu wilayah dalam waktu singkat.
Namun, menurutnya, respons dunia internasional terhadap musibah di Venezuela berlangsung sangat cepat.
Sejumlah negara yang telah mengirimkan personel penyelamat antara lain Amerika Serikat, Chile, Kolombia, El Salvador, Italia, Meksiko, dan Swiss.
Dalam waktu dekat, bantuan juga akan datang dari Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Spanyol, Qatar, Yordania, Ceko, serta Ekuador.
Hingga kini, operasi pencarian korban selamat masih terus dilakukan di berbagai lokasi yang terdampak paling parah.
Pemerintah Venezuela bersama tim penyelamat internasional berharap masih ada korban yang dapat ditemukan dalam keadaan hidup di tengah puing-puing bangunan.
