Iran Tutup Selat Hormuz, Eskalasi Konflik Timur Tengah Kian Memanas usai Serangan di Lebanon
![]() |
| Iran kembali menutup Selat Hormuz (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas meski sebelumnya sempat muncul kabar adanya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Situasi terbaru justru menunjukkan eskalasi baru yang berdampak pada jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.
Selat Hormuz dilaporkan kembali menjadi sorotan setelah Iran menyatakan penutupan jalur tersebut untuk aktivitas pelayaran kapal.
Langkah ini disebut sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama terkait serangan yang melibatkan Israel di wilayah selatan Lebanon serangan udara Israel di sebuah wilayah dekat Kota Sidon, tepatnya di desa Qannarit.
Serangan tersebut disebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka dalam insiden tersebut.
Serangan ini terjadi meskipun sebelumnya diumumkan adanya gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah.
Kondisi tersebut menambah ketegangan di wilayah selatan Lebanon, yang memang kerap menjadi titik konflik berkepanjangan.
Situasi di Selat Hormuz dan meningkatnya eskalasi di Lebanon ini menimbulkan kekhawatiran baru di tingkat global, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu rute terpenting bagi distribusi minyak dunia.
Jika ketegangan terus berlanjut, dampaknya berpotensi meluas hingga ke pasar energi internasional.
