Cara Mengatasi Dehidrasi saat Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah agar Tubuh Tetap Segar
![]() |
| Ilustrasi orang yang mengatasi sahur (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Mengetahui cara mengatasi dehidrasi saat puasa sangat penting, terutama ketika kamu menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam.
Dengan begitu, risiko kekurangan cairan atau dehidrasi bisa meningkat jika tidak diantisipasi dengan baik. Kondisi ini bisa membuat tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan menurunkan produktivitas harian.
Pada dasarnya, air merupakan salah satu zat gizi paling penting bagi tubuh. Hampir seluruh organ membutuhkan cairan agar dapat bekerja dengan optimal. Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan cairan masuk.
Akibatnya, keseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium bisa terganggu, padahal keduanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan serta fungsi tubuh secara keseluruhan.
Saat menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, kamu tidak makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Selama periode tersebut, tubuh tetap melakukan aktivitas normal, sehingga cairan tetap keluar melalui keringat, urin, dan pernapasan.
Cara Mengatasi Dehidrasi Saat Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Agar tubuh tetap segar dan tidak mudah lemas, berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.
1. Penuhi Kebutuhan Air Putih Setiap Hari
Langkah paling utama dalam cara mengatasi dehidrasi saat puasa adalah memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda, tergantung usia, aktivitas, dan kondisi tubuh.
Namun secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 2 liter air atau setara 8 gelas per hari. Selama puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, kamu bisa membagi waktu minum dengan pola yang mudah diikuti.
2. Konsumsi Makanan yang Mengandung Banyak Air
Selain minum air putih, kamu juga bisa mendapatkan cairan dari makanan. Mengonsumsi makanan yang kaya air sangat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.
Beberapa pilihan makanan yang cocok untuk kamu konsumsi antara lain, buah-buahan seperti semangka, melon, jeruk, stroberi, dan timun dan sayuran seperti selada, tomat, paprika, dan bayam.
3. Batasi Minuman yang Memicu Dehidrasi
Tidak semua minuman baik untuk dikonsumsi saat berbuka atau sahur. Beberapa jenis minuman justru dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan dari tubuh.
Minuman yang sebaiknya dibatasi antara lain, minuman berkafein seperti kopi dan teh, minuman manis berlebihan dan soda serta minuman energi. Jenis minuman tersebut dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
4. Kurangi Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat
Saat menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, penting untuk mengatur aktivitas harian. Aktivitas fisik yang terlalu berat bisa membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat.
Jika memungkinkan, lakukan aktivitas berat pada waktu setelah berbuka atau menjelang malam. Dengan begitu, tubuh tetap memiliki energi dan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang.
5. Hindari Makanan Terlalu Asin Saat Sahur
Jika kamu sering merasa cepat haus setelah beberapa jam berpuasa, kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan yang terlalu asin saat sahur.
Makanan yang mengandung banyak garam dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan membutuhkan lebih banyak air dan kamu akan merasa haus lebih cepat selama berpuasa.
Dengan memahami cara mengatasi dehidrasi saat puasa, kamu bisa menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dengan lebih tenang dan sehat. Kunci utamanya adalah disiplin dalam mengatur pola minum dengan baik.
