Jelang Puasa Dzulhijjah, Ini Rekomendasi Menu Sahur Praktis Tidak Basi yang Awet
![]() |
| Dendeng ragi (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Menyiapkan menu sahur praktis tidak basi menjadi hal penting, apalagi saat memasuki puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Dengan stok lauk yang tahan lama, kamu tidak perlu repot memasak setiap hari.
Puasa di awal bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama pada hari Tarwiyah dan Arafah.
Rekomendasi Menu Sahur Praktis Tidak Basi
Karena jadwal sahur sering terasa singkat, memiliki lauk kering yang awet bisa menjadi solusi praktis agar kamu tetap makan dengan nyaman tanpa khawatir makanan cepat basi.
1. Kering Kentang dan Tempe
Kering kentang dan tempe termasuk lauk favorit banyak orang karena rasanya gurih dengan sentuhan pedas manis. Proses memasaknya dengan cara digoreng hingga kering membuat makanan ini bisa bertahan cukup lama.
Jika dipadukan dengan nasi hangat, kering kentang dan tempe bisa menjadi pilihan sahur yang sederhana tetapi tetap mengenyangkan. Supaya tetap renyah, pastikan kamu menyimpannya dalam wadah kedap udara setelah makanan benar-benar dingin.
Dengan penyimpanan yang tepat, lauk ini bisa dijadikan stok beberapa hari tanpa kehilangan teksturnya.
2. Dendeng
Dendeng juga termasuk menu sahur yang praktis karena bisa disimpan tanpa kulkas dalam waktu tertentu. Daging yang diiris tipis lalu digoreng kering membuat kandungan airnya sangat sedikit, sehingga bakteri sulit berkembang.
Ada berbagai jenis dendeng yang bisa kamu pilih, seperti dendeng pedas, manis, atau berbumbu khas daerah. Rasanya yang kuat membuat dendeng cocok dijadikan lauk pendamping nasi hangat saat sahur.
Selain tahan lama, dendeng juga mudah disajikan karena tinggal dipanaskan atau langsung dimakan.
3. Telur Asin
Telur asin menjadi pilihan lauk praktis yang sudah dikenal luas. Proses pengasinan membuat telur memiliki kadar garam tinggi yang mampu menyerap air di dalamnya, sehingga bakteri sulit tumbuh.
Kamu bisa mengolah telur asin dengan cara direbus atau dibakar sesuai selera. Jika disimpan pada suhu ruang, telur asin umumnya bisa bertahan hingga tiga sampai empat minggu.
Itulah sebabnya telur asin sering dijadikan stok lauk saat masa puasa atau perjalanan jauh.
4. Serundeng dan Abon
Serundeng dibuat dari kelapa parut yang dimasak bersama bumbu hingga kering, sedangkan abon berasal dari suwiran daging yang dimasak dengan santan lalu digoreng sampai kering.
Kedua jenis lauk ini terkenal tahan lama karena kadar airnya sangat rendah. Selain awet, rasanya juga gurih dan cocok dipadukan dengan berbagai menu, seperti nasi putih, nasi uduk, atau nasi kuning.
Kamu bisa menyimpannya di wadah tertutup agar kualitas rasanya tetap terjaga. Pastikan wadah tertutup dengan rapat agar rasanya tidak berubah.
5. Aneka Sambal
Sambal tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga bisa menjadi lauk jika ditambahkan bahan seperti teri, tempe, kacang, atau cumi-cumi.
Agar sambal buatanmu tahan lama, pastikan semua bahan yang digunakan dalam kondisi bersih dan segar. Setelah matang, biarkan sambal dingin terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah tertutup, lalu simpan di dalam kulkas.
Jika kamu tidak sempat membuat sambal sendiri, sambal kemasan juga bisa menjadi pilihan praktis karena biasanya sudah dirancang agar lebih tahan lama.
Menyiapkan menu sahur praktis tidak basi adalah langkah cerdas agar kamu tidak kerepotan selama menjalani puasa, terutama di bulan Dzulhijjah. Dengan memilih lauk yang tahan lama, kamu bisa menghemat waktu saat sahur.
