JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Survei DEN di 800 SPPG Ungkap Dampak Positif MBG, Mayoritas Libatkan UMKM Setempat

Survei DEN di 800 SPPG Ungkap Dampak Positif MBG, Mayoritas Libatkan UMKM Setempat
Penerima manfaat MBG (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Evaluasi tersebut dilakukan melalui survei independen yang mencakup 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Luhut, survei tersebut dilakukan secara profesional untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Hasilnya kemudian dipaparkan secara rinci kepada Presiden dalam pertemuan di Istana Kepresidenan.

"Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut usai pertemuan, Selasa (9/6). 

Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa lokasi survei dipilih secara acak menggunakan metode random sampling sehingga dapat mewakili kondisi SPPG di seluruh Indonesia. 

Titik survei tersebar mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga timur, termasuk daerah seperti Nias Selatan, Halmahera, dan Papua.

Dari hasil pemantauan, sekitar 86,9 persen SPPG tercatat telah bekerja sama dengan sedikitnya satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi operasionalnya. 

Bahkan secara rata-rata, setiap SPPG menggandeng tiga UMKM sebagai pemasok bahan kebutuhan program.

Temuan ini dinilai menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal. 

Sebagian besar pemasok yang terlibat berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi SPPG sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Selain mendukung UMKM, program ini juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. 

Berdasarkan survei DEN, hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional SPPG merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Tingkat kepuasan terhadap kinerja para pemasok UMKM pun tergolong tinggi.

Meski demikian, DEN menemukan beberapa aspek yang masih perlu diperkuat. Salah satunya adalah akses permodalan bagi UMKM pemasok. 

Dukungan modal dinilai penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jenis komoditas yang disuplai, serta melayani kebutuhan SPPG dalam skala yang lebih besar.

DEN menilai keberadaan rantai pasok baru yang terbentuk melalui Program MBG turut memberikan kontribusi positif terhadap aktivitas ekonomi daerah. 

Karena itu, penguatan ekosistem UMKM dan dukungan pembiayaan menjadi salah satu rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut turut didampingi sejumlah anggota DEN lainnya, di antaranya Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Posting Komentar