Video Lama Mimi Peri Viral Lagi, Pernyataan di Wawancara dengan Nikita Mirzani Tuai Sorotan MUI
![]() |
| Mimi Peri yang mendadak jadi sorotan (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Potongan video lama selebgram Mimi Peri kembali ramai dibicarakan di media sosial. Dalam video tersebut, sosok yang memiliki nama asli Ahmad Jaelani itu terlihat sedang menjalani wawancara dengan artis Nikita Mirzani.
Cuplikan wawancara tersebut memicu perdebatan karena memuat pernyataan yang dianggap kontroversial oleh sejumlah pihak. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyoroti isi pernyataan yang beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, Nikita Mirzani sempat menyinggung risiko penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS yang sering dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mimi Peri menyampaikan bahwa dirinya memiliki cara tersendiri untuk menghindari risiko penyakit tersebut. Ia mengaku lebih memilih berinteraksi dengan orang dari daerah pedesaan dibandingkan dari wilayah perkotaan.
Menurutnya, orang yang berasal dari kampung dianggap memiliki risiko lebih kecil terhadap penyakit tersebut.
“Aku takut, cuma kan aku nggak pernah ngambil orang kota. Jadi kayak anak-anak kampung gitu kan. Kalau misalkan anak-anak kampung kan dia bersih, nggak ada HIV-HIV kayak gitu,” ujar Mimi Peri dalam potongan video yang kini viral.
Ia juga menambahkan bahwa latar belakang kehidupan dan pekerjaan orang-orang yang ditemuinya membuat dirinya merasa lebih aman dari pergaulan bebas yang sering diasosiasikan dengan kehidupan kota besar.
Dalam penjelasannya, Mimi Peri menyebut bahwa hubungan yang terjadi menurutnya berlangsung atas dasar kesepakatan bersama tanpa adanya unsur paksaan.
Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan di ruang publik dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain itu, ada pula yang menilai pernyataan tersebut merendahkan kelompok tertentu sekaligus menormalisasi perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan nilai sosial dan budaya di Indonesia.
Salah satu tanggapan datang dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis. Ia mengaku prihatin dengan beredarnya kembali video tersebut di media sosial.
Melalui pernyataan yang ia sampaikan di akun media sosial X miliknya, Cholil Nafis menilai konten tersebut dapat memberikan dampak kurang baik, terutama bagi generasi muda yang mengaksesnya.
Ia juga meminta agar penyebaran video yang dinilai tidak sehat tersebut dihentikan. Menurutnya, konten seperti itu berpotensi memengaruhi moral masyarakat jika terus beredar tanpa pengawasan.
Selain itu, ia juga mendorong agar aparat penegak hukum memantau perkembangan kasus ini, terutama jika ditemukan pihak yang merasa dirugikan.
Sampai saat ini, potongan video tersebut masih menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak warganet yang memberikan beragam tanggapan, mulai dari kritik hingga seruan agar konten serupa tidak lagi disebarluaskan.
Di tengah perdebatan yang muncul, sejumlah pihak juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak serta lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat.
