Puncak Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan H-3, Polisi Siapkan One Way di Jalur Garut
![]() |
| Ilustrasi jalur mudik lebaran 2026 (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Menjelang momen mudik Lebaran 2026, aparat kepolisian mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di sejumlah jalur utama.
Salah satu wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan arus kendaraan cukup tinggi adalah jalur Garut, Jawa Barat.
Polisi memperkirakan puncak arus mudik di jalur Garut akan terjadi beberapa hari sebelum Hari Raya Idulfitri. Karena itu, berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan diperkirakan mulai terjadi mendekati hari raya.
Menurutnya, puncak arus mudik lebaran 2026 kemungkinan besar berlangsung pada H-3 hingga H-1 Lebaran. Pada periode tersebut, volume kendaraan dari berbagai daerah diprediksi meningkat cukup signifikan.
"Puncak arus diperkirakan terjadi H-3 hingga H-1 lebaran," ucap Kasat Lantas Polres Garut AKP Luky Martono kepada wartawan, Kamis, (12/3).
Jalur Garut sendiri menjadi salah satu rute yang cukup ramai setiap musim mudik. Hal ini karena wilayah tersebut sering dilalui pemudik yang menuju berbagai daerah di Priangan Timur hingga ke wilayah Jawa Tengah.
Banyak pengendara yang melintasi Garut baik untuk tujuan akhir di daerah tersebut maupun hanya sebagai jalur penghubung menuju kota lain seperti Tasikmalaya dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik Lebaran 2026, Satlantas Polres Garut telah menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas.
Langkah tersebut meliputi pengaturan arus kendaraan, penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, hingga penerapan rekayasa lalu lintas jika situasi di lapangan memerlukan penanganan khusus.
Salah satu metode yang kemungkinan diterapkan adalah sistem one way atau jalur satu arah pada waktu tertentu. Sistem ini dinilai cukup efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya terjadi saat puncak mudik.
Dengan strategi tersebut, diharapkan arus kendaraan di jalur Garut dapat tetap berjalan lancar meskipun jumlah pemudik meningkat.
Selain persoalan lalu lintas, pemerintah daerah juga mengingatkan pemudik untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan.
Bupati Garut, Syakur Amin, menyampaikan bahwa pihaknya siap menyambut para pemudik yang datang ke wilayah Garut. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, kondisi cuaca selama periode mudik diprediksi didominasi oleh langit berawan hingga potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Karena itu, pemudik diharapkan memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta menjaga kondisi fisik agar perjalanan tetap aman.
Cuaca yang kurang bersahabat juga dapat meningkatkan risiko bencana alam, terutama di beberapa jalur Garut yang berada di kawasan rawan longsor atau banjir
Untuk memastikan keamanan selama mudik Lebaran 2026, kepolisian juga menggelar Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mendukung operasi tersebut.
Total ada sekitar 1.747 personel yang terlibat, terdiri dari anggota TNI, Polri, Brimob, pemerintah daerah, hingga relawan.
Selain itu, puluhan pos pengamanan dan pos pelayanan juga akan didirikan di berbagai titik strategis, termasuk di jalur mudik utama serta kawasan wisata yang biasanya ramai saat libur Lebaran.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan perjalanan para pemudik yang melintas di Garut dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.
Operasi pengamanan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dan aparat untuk memastikan perayaan Idulfitri tahun ini berjalan lancar bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
