JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang, Catat Tanggalnya agar Tak Terjebak Macet Berjam-jam

Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang, Catat Tanggalnya agar Tak Terjebak Macet Berjam-jam
Kemacetan lalu lintas saat mudik (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah akan berlangsung dalam dua tahap. 

Prediksi ini disusun berdasarkan hasil survei serta pemantauan dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026.

Ketua Harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, Capt Hasan Sadili, mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat pada musim mudik dan balik tahun ini tergolong sangat besar. 

Ia menyebutkan, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,91 juta orang.

“Dari hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih 143,91 juta orang. Dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini, tanggal 24 Maret dan yang kedua pada tanggal 28 Maret,” ujar Capt Hasan Sadili. 

Menurutnya, lonjakan arus balik diprediksi terjadi pada dua tanggal berbeda. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026, sementara gelombang kedua akan terjadi pada 28 Maret 2026. 

Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan tidak hanya terjadi dalam satu waktu, tetapi terbagi dalam dua periode utama.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa peningkatan arus balik akan terkonsentrasi di sejumlah titik transportasi penting. 

Beberapa di antaranya adalah jalur penyeberangan Merak–Bakauheni, ruas tol yang mengarah ke kawasan Jabodetabek, serta lintas Ketapang–Gilimanuk yang menjadi penghubung Pulau Jawa dan Bali.

Tak hanya itu, kepadatan juga diperkirakan terjadi di sejumlah stasiun besar seperti Pasar Senen dan Yogyakarta Tugu. 

Untuk transportasi udara, Bandara Soekarno-Hatta diprediksi menjadi pusat pergerakan penumpang yang paling padat selama masa arus balik.

Berdasarkan data Kemenhub, jumlah penumpang angkutan umum pada H+2 Lebaran mencapai 1.448.306 orang di seluruh Indonesia. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 12,37 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari jenis moda transportasi, kereta api mencatat jumlah penumpang tertinggi dengan total 505.297 orang, baik untuk perjalanan antar kota maupun regional. 

Sementara itu, transportasi udara mencatat 277.937 penumpang dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Di sisi lain, angkutan laut mencatat 106.920 penumpang, namun jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. 

Sebaliknya, moda penyeberangan mencapai 315.277 penumpang dan transportasi darat sebanyak 242.875 penumpang, keduanya mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat selama arus balik Lebaran, Kemenhub mengimbau seluruh pihak, baik operator transportasi maupun pengguna jasa, untuk tetap menjaga keselamatan dan mematuhi aturan perjalanan. 

Hal ini penting agar perjalanan arus balik dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua.

Posting Komentar