JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Banjir Bengawan Jero Kembali Terjadi, Pemkab Tambah Enam Pompa Air

Banjir Bengawan Jero Kembali Terjadi, Pemkab Tambah Enam Pompa Air
Banjir Bengawan Jero (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Banjir kembali melanda kawasan Kabupaten Lamongan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. 

Tingginya curah hujan membuat debit air meningkat dan menyebabkan sejumlah desa di sekitar Bengawan Jero kembali tergenang.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat dengan menambah enam unit pompa air di pintu air Kuro. 

Penambahan ini dilakukan untuk mempercepat proses penyedotan air dari kawasan terdampak banjir.

Saat ini, total ada 20 unit pompa yang beroperasi di dua titik utama. Sebanyak 18 pompa ditempatkan di pintu air Kuro, Kecamatan Karangbinangun, sementara dua unit lainnya berada di pintu air Melik, Kecamatan Kalitengah.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa penambahan pompa dilakukan karena tingginya muka air yang dipicu hujan terus-menerus.

Menurutnya, peningkatan debit air membuat aliran sulit surut secara alami, sehingga diperlukan bantuan mesin pompa.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan bahwa saat ini tinggi muka air di bagian luar pintu air Kuro lebih tinggi sekitar satu meter dibanding bagian dalam. Perbedaan ini membuat air tidak bisa mengalir menuju sungai utama secara gravitasi.

Akibatnya, air harus dipompa keluar menuju aliran utama, yaitu Bengawan Solo, agar genangan di permukiman warga bisa segera berkurang.

"Kalau selisihnya satu meter seperti ini, mau tidak mau harus menggunakan pompa untuk menurunkan air di Kuro dalam," jelasnya.

Selain mengandalkan pompa, Pemkab Lamongan juga melakukan langkah pencegahan lain dengan mengatur volume air di Waduk Gondang.

Air dari waduk tersebut dialirkan ke beberapa waduk kecil agar tidak meluap ke saluran yang bermuara ke Bengawan Jero. Langkah ini dilakukan untuk mencegah banjir semakin meluas.

Pemerintah daerah juga terus memantau tinggi muka air dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar sistem pengendalian banjir berjalan maksimal.

Dalam kunjungannya, Bupati Lamongan juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir, khususnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Soko, serta Desa Blawi.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang harus menghadapi dampak banjir setiap tahunnya.

Meski penanganan darurat terus dilakukan, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada solusi sementara. 

Mereka menginginkan adanya normalisasi saluran air, perawatan tanggul, serta pengelolaan pintu air yang lebih optimal agar banjir tidak terus berulang.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Lamongan memastikan akan terus melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah lanjutan jika debit air kembali meningkat.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan genangan air di wilayah Bengawan Jero bisa segera surut dan aktivitas warga kembali normal. 

Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengendalian banjir demi mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Posting Komentar