JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Trans Jatim Koridor Malang–Batu Siap Diluncurkan Akhir November 2025, Layani 18 Titik Pemberhentian

Trans Jatim Koridor Malang–Batu Siap Diluncurkan Akhir November 2025, Layani 18 Titik Pemberhentian
Bus Trans Jatim (Dok. Ist) 


JawaUpdate.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Malang siap meluncurkan layanan bus Trans Jatim koridor Malang–Batu pada akhir November 2025. 

Program transportasi massal ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kenyamanan warga yang beraktivitas di dua kota wisata tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, peluncuran resmi Trans Jatim koridor baru ini akan dilakukan pada 20 November 2025 di halaman Balai Kota Malang. 

Acara peresmian dijadwalkan langsung dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Insyaallah jika tidak ada perubahan, Trans Jatim koridor Malang–Batu akan diresmikan ibu gubernur di Balkot (Malang). Persiapan teknis dan sarana pendukung saat ini sudah hampir rampung,” ujar Widjaja saat dikonfirmasi, Rabu (12/11)

Untuk tahap awal, layanan ini akan mengoperasikan 15 unit bus, terdiri dari 14 armada aktif dan 1 armada cadangan. Dari jumlah tersebut, tujuh bus akan melayani rute di wilayah Kota Malang, sementara sisanya beroperasi di Kota Batu.

Berdasarkan hasil survei Dishub Jawa Timur, terdapat 18 titik pemberhentian penumpang di sepanjang rute wilayah Kota Malang. 

Titik-titik tersebut terdiri dari halte permanen dan rambu pemberhentian sederhana, tergantung pada kondisi lahan di lokasi masing-masing.

“Penumpang hanya bisa naik dan turun di titik yang sudah ditetapkan. Jalur dan titiknya sudah disesuaikan untuk arus berangkat maupun pulang,” jelasnya

Rute bus Trans Jatim ini akan dimulai dari Terminal Hamid Rusdi, kemudian melintasi sejumlah ruas utama seperti:

Mayjend Sungkono – Gribig – Terminal Madyopuro – Ranugrati – Mayjend Wiyono – Rampal – Urip Sumoharjo – Pasar Klojen – Trunojoyo – Stasiun Malang – Kertanegara – Balai Kota – Majapahit – Kayutangan – Semeru – Arjuno – Kawi – Ijen – Bandung – Veteran – Gajayana – Sumbersari – Dinoyo, dan berakhir di Terminal Landungsari.

Demi mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik, tarif bus Trans Jatim dipatok dengan harga Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 bagi pelajar maupun santri. Setiap bus berkapasitas 20 penumpang duduk dan 15 penumpang berdiri.

Satu hal yang juga menjadi perhatian adalah keberlanjutan mata pencaharian para pengemudi angkot. Dishub Kota Malang memastikan, kehadiran Trans Jatim tidak akan menghapus peran angkutan kota.

Melalui skema “satu bus menggantikan lima angkot”, para sopir yang terdampak akan dilibatkan sebagai bagian dari operator bus atau dialihkan menjadi pengemudi angkutan feeder yang menghubungkan pemukiman dengan halte Trans Jatim.

“Rekan-rekan pengemudi angkot tetap dilibatkan. Mereka juga mendapat rute baru agar tetap bisa beroperasi sebagai feeder. Penataan ini sekaligus memperbarui rute angkot yang sudah ada sejak 1989,” ungkap Widjaja.

Selain menyiapkan Trans Jatim, Dishub Kota Malang juga tengah mengembangkan program Buy The Service (BTS) yang memungkinkan bus sekolah dikonversi menjadi angkutan kota gratis bagi pelajar. 

“Sekitar 80 armada disiapkan untuk program BTS, dan diharapkan mulai berjalan awal tahun depan setelah proses anggarannya selesai,” pungkas Widjaja

Dengan kehadiran Trans Jatim koridor Malang–Batu, diharapkan mobilitas warga semakin mudah, biaya transportasi lebih terjangkau, dan kualitas udara kota meningkat karena berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi. 

Program ini juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki sistem transportasi perkotaan yang ramah lingkungan dan inklusif.

Posting Komentar