JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tiga Koper Dokumen Dibawa KPK Usai Geledah Kantor Bupati Ponorogo Selama Enam Jam

Tiga Koper Dokumen Dibawa KPK Usai Geledah Kantor Bupati Ponorogo Selama Enam Jam
KPK saat mengambil koper dari ruang kerja Bupati dan Sekda (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Suasana tegang terasa di kompleks kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa (9/11) sore. 

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat keluar dari gedung setelah melakukan penggeledahan yang berlangsung selama lebih dari enam jam.

Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika para petugas KPK membawa keluar tiga koper besar dari kantor pusat pemerintahan tersebut. Koper-koper itu diduga berisi sejumlah dokumen penting yang disita selama penggeledahan.

Menurut informasi, penggeledahan dilakukan di dua ruangan utama, yakni ruang kerja Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono. 

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jabatan dan gratifikasi yang tengah diselidiki oleh lembaga antikorupsi tersebut.

Sekitar pukul 17.45 WIB, rombongan penyidik dengan rompi khas KPK meninggalkan gedung tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media. 

Mereka langsung menuju kendaraan dinas yang sudah menunggu, membawa tiga koper hasil penggeledahan itu.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Ponorogo, Hadi Priyanto, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK. Ia menyebut dirinya hanya bertugas mendampingi petugas di area luar ruangan.

"Yang jelas ada dokumen yang dibawa. Saya hanya menyaksikan saja, yang mendampingi tadi Pak Asisten," kata Hadi di Ponorogo

Ia menambahkan, dirinya tidak mengetahui apakah ada ruangan lain yang turut digeledah selain milik bupati dan sekda.

"Kalau yang lain saya kurang tahu. Saya hanya mendampingi di sini," ujarnya.

Hadi juga menuturkan bahwa proses pemeriksaan di ruang kerja Sekda Agus Pramono berlangsung lebih lama dibandingkan dengan ruang kerja Bupati Sugiri Sancoko, meskipun keduanya berada di lantai yang sama.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa penggeledahan kali ini juga sekaligus untuk membuka segel yang sebelumnya terpasang di ruangan bupati dan sekda, agar kegiatan pemerintahan dapat kembali berjalan normal. 

Sementara itu, tim penyidik KPK tetap memilih bungkam saat dimintai keterangan oleh wartawan yang menunggu di lokasi. 

Mereka langsung bergegas meninggalkan area kantor bupati menuju kendaraan yang terparkir di halaman, membawa tiga koper berisi dokumen yang diduga menjadi bukti penting dalam proses penyidikan lanjutan di Jakarta.

Posting Komentar