JAWA KILAT
Mode Gelap
Artikel teks besar

Siapakah Adipati Karna? Kisah Pewayangan Tokoh Paling Kasihan

Siapakah Adipati Karna? Kisah Pewayangan Tokoh Paling Kasihan
Adipati Karna, salah satu tokoh wayang yang cukup familiar (Dok. Ist)


JawaUpdate.com - Siapakah Adipati Karna? Ia adalah salah satu tokoh penting dalam epos Mahabharata yang memiliki kisah hidup penuh liku dan tragis. Karna adalah anak Dewi Kunti, lahir dari anugerah Batara Surya, Dewa Matahari. 

Hal ini membuatnya sebenarnya adalah kakak dari semua Pandawa. Namun, dalam perjalanan hidupnya, Karna memilih untuk membela Kurawa, yang sering dikaitkan dengan pihak yang menentang keadilan.

Meskipun berseberangan dengan Pandawa, Karna tetap dihormati karena keberanian dan kesetiaannya. Bahkan, Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno, terinspirasi dari nama tokoh ini. 

Nama “Soekarno” sendiri berasal dari “Karna” karena sang presiden ingin meneladani sifat kepahlawanan dan keteguhan Karna.

Siapakah Adipati Karna? 

Kisah Karna dimulai ketika Prabu Kuntiboja, ayah angkat Kunti, kedatangan Begawan Durwasa. Sang begawan dikenal temperamental dan memiliki kemampuan magis yang hebat. Untuk menyenangkan beliau, Kunti melayani sang begawan dengan sepenuh hati. 

Terpesona oleh ketulusan Kunti, Begawan Durwasa memberikan sebuah mantra yang disebut Aji Suranggana atau Aji Mantra Pangreka, yang bisa memanggil dewa dan memperoleh anugerah berupa anak.

Suatu sore, Kunti penasaran dan mencoba mantra tersebut. Tanpa sengaja, Batara Surya muncul dan memberinya seorang bayi laki-laki. Bayi ini dikenal sebagai Karna atau Suryaputra karena merupakan putra dari Dewa Matahari. 

Karena malu dan ingin tetap menjaga kehormatan, Kunti melarung bayi Karna ke sungai. Arus membawa Karna ke tangan Adirata, seorang kusir dari negeri Angga, yang kemudian merawatnya.

Hidup Penuh Rintangan dan Hinaan

Sebagai anak seorang kusir, Karna sering mengalami hinaan dan dianggap rendah oleh masyarakat sekitarnya. Meski berbakat, ia sulit mendapatkan guru. Pernah ia ingin belajar kepada Resi Drona, tetapi ditolak karena statusnya sebagai anak kusir.

Karna kemudian belajar pada Resi Parasurama, seorang guru sakti mandraguna. Ia menyamar sebagai brahmana agar diterima. Karna pun memperoleh banyak ilmu, tetapi ketika identitas aslinya terbongkar, Parasurama mengutuknya. 

Kutukan itu mengatakan bahwa di saat paling penting, Karna akan melupakan mantra-mantra yang ia kuasai.

Kehidupan Karna mulai berubah ketika ia mengikuti kompetisi memanah di Kerajaan Hastinapura. Meskipun menunjukkan kemampuan luar biasa, ia dihina karena statusnya. 

Saat itu, Duryudana, pemimpin Kurawa, datang membelanya dan mengangkat Karna menjadi Adipati. Sejak saat itu, Karna menunjukkan kesetiaannya dengan selalu mendukung Duryudana, bahkan berkata:

Peran Karna dalam Perang Baratayudha

Karna dikenal sebagai pemanah ulung, setara bahkan lebih hebat dari Arjuna. Ia memiliki berbagai senjata dan perlengkapan sakti:

  • Baju zirah ilahi dan anting-anting: Pemberian ayahnya sejak lahir yang membuatnya hampir tak bisa dikalahkan.
  • Konta Wijayadanu: Tombak sakti yang hanya bisa digunakan sekali. Karna menggunakannya untuk menghadapi Gatotkaca.
  • Panah Nagastra: Anak panah sakti yang seharusnya bisa menewaskan Arjuna, namun gagal karena gangguan Salya.

Meski begitu, Karna tetap menahan diri dan tak membunuh Pandawa karena perintah Kunti. Ia juga tertipu oleh Indra yang mengambil baju zirah ilahinya. 

Ketika hendak menggunakan mantra pamungkas untuk mengimbangi Pasopati Arjuna, kutukan Parasurama membuatnya lupa mantra, ditambah roda keretanya terperosok di lumpur. Arjuna pun memanfaatkan kesempatan itu dan membunuh Karna.

Pelajaran dari Kepahlawanan Karna

Kisah Karna mengajarkan tentang keteguhan, kesetiaan, dan keberanian. Meski berasal dari latar belakang sederhana dan sering dihina, ia tidak menyerah. Karna menunjukkan bahwa kemampuan, kerja keras, dan keteguhan hati dapat mengubah nasib seseorang.

Tokoh ini tetap dikenang sebagai simbol keberanian dan kesatria sejati, meski hidupnya penuh penderitaan. Dari sini, kita bisa belajar bahwa kesetiaan dan keberanian kadang lebih dihargai daripada status atau kekayaan.

Siapakah Adipati Karna? Ia adalah sosok pewayangan yang lahir dari Dewi Kunti dan Dewa Surya, berjuang dengan kesetiaan yang luar biasa, dan dikenal karena keberanian serta keteguhan hatinya. 


Posting Komentar