Istri Sah Dwi Bagus Buka Suara, Mengaku Tak Tahu Pembunuhan Dini dan Anaknya
![]() |
| Istri sah Dwi Bagus Martono (Dok. Ist) |
JawaUpdate.com - Marta, istri sah Dwi Bagus Martono (40), akhirnya memberikan penjelasan terkait kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun.
Dia mengaku tidak mengetahui tindakan yang dilakukan suaminya terhadap kedua korban.
Marta menyebut dirinya sedang menjalankan tugas sebagai guru ketika peristiwa pembunuhan tersebut terjadi. Karena itu, dia mengaku tidak mengetahui aktivitas suaminya di rumah.
"Jadi pada saat peristiwa itu terjadi dan dilakukan, karena saya seorang guru, saya itu full sedang mengajar di sekolah. Artinya saya sedang (kerja), saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi, saya benar-benar tidak mengetahui apa yang suami saya lakukan," kata Martha kepada wartawan.
Dia kemudian menjelaskan bahwa aktivitas mengajarnya berlangsung dari pagi hingga sore. Marta harus tiba di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB untuk melakukan absensi dan baru menyelesaikan pekerjaannya sekitar pukul 15.30 WIB.
"Perlu diketahui bahwasanya jam kerja saya itu kan pukul 07.00 WIB pagi sampai pukul 15.30 WIB. Jadi pagi sebelum pukul 07.00 WIB saya sudah harus sampai di kantor untuk absen, dan saya baru pulang juga setelah absen pukul 15.30 WIB," jelas Martha.
Marta juga mengaku tidak mengetahui kejadian yang berlangsung di bagian belakang rumahnya. Lokasi tersebut berada di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
"Jadi kalau misalnya memang itu semua dilakukan oleh suami saya di rumah kami di halaman belakang itu, saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan," imbuh Martha.
Dalam kesempatan tersebut, Marta turut menjelaskan kondisi rumah tangganya selama ini. Dia mengatakan rumah tersebut hanya ditempati dirinya bersama Dwi Bagus.
Selain mengajar di sekolah, Marta juga mempunyai kegiatan lain dengan mengelola usaha bimbingan belajar di rumah. Aktivitas tersebut menjadi kesibukannya di luar pekerjaan sebagai guru.
"Yang tinggal di rumah itu saya dengan suami saya saja," papar Martha.
Saat ditanya mengenai waktu kejadian pembunuhan dan pembakaran jasad korban, Marta mengaku tidak mengetahui detailnya. Dia hanya memperoleh informasi bahwa peristiwa tersebut berlangsung ketika dirinya berada di sekolah.
"Saya tidak pernah mengerti detail bagaimana karena saya tidak mengkonfirmasi juga secara langsung begitu ya. Tapi dari informasi yang memang kami ketahui, diinformasikan itu pada saat saya bekerja, artinya pada saat siang hari saat saya berada di sekolah, begitu," tandas Martha.
Pernyataan tersebut disampaikan Marta saat memberikan keterangan kepada awak media dengan didampingi kuasa hukumnya.
Kasus ini berkaitan dengan pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Dwi Bagus Martono diduga terlibat dalam pembunuhan sekaligus pembakaran jasad kedua korban.
